Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PROGRAM KELAS PERSIAPAN MASUK TIMUR TENGAH: Studi Kasus pada MBI Dan MA Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Hizbullah; Nafiul Huda
BARA AJI: Jurnal Keilmuan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol 1 No 02 (2024): BARA AJI: Jurnal Keilmuan Bahasa Arab dan Pengajarannya
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/baraaji.v1i02.400

Abstract

Mengajar bahasa Arab untuk tujuan prosedural khusus dapat didefinisikan sebagai pembelajaran dalam Kursus kualitatif yang desainnya didasarkan pada kebutuhan linguistik sekelompok peserta didik yang termasuk dalam bidang pengetahuan berbeda dengan ciri-ciri linguistik dan pola linguistik tertentu. Bahasa merupakan bagian dari budaya sehingga ketika mempelajari bahasa Arab maka harus mempelajari pula mengenai budayanya. Hal tersebut membuat siswa yang mempelajari bahasa juga mempelajari budaya sebagai jalan untuk merasa, menginterpretasi, merasakan, dan berhubungan dengan siapa saja yang ditemui. Oleh karena itu artikel ini memuat karakteristik apa serta persamaannya dalam  pembelajaran bahasa Arab dikelas persiapan di MBI dan MA  Unggulan Amanatul  Ummmah Pacet mojokerto Artikel ini juga memberikan pengalaman bagi peneliti dalam memanifestasikan materi-materi pembelajarn selama perkuliahan dan pengetahuan konsep pembelajara di kelas khas di MBI dan MA Amanatul Ummah Pacet Mojkerto, dengan penelitian ini peneliti mendapat data real sesuai dengan kenyataan disekolah.  
Gangguan Bahasa ”Latah” Dalam Perspektif Psikolinguistik Nafiul Huda; Siti Khalisa
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latah merupakan gangguan berbahasa yang sering kita dapati ditengah-tengah masyarakat dan pada umumnya diderita oleh perempuan dengan menirukan perkataan atau perbuatan seseorang yang dilakukan penderita secara spontan atau tiba-tiba. Prilaku berbicara latah merupakan prilaku yang unik dan menarik untuk dibahas dan dikaji secara mendalam karena fakta gangguan berbahasa jenis ini sering ditemukan dalam lingkungan sekitar dan bahkan menjadi hiburan tersendir bagi masyarakat yang suka mengejutkan penderita latah. Latah adalah perbuatan membeo atau menirukan apa yang dilakukan orang lain. Tetapi, sebenarnya latah merupakan suatu sindrom yang bersifat jorok dan gangguan lokomotorik yang dapat dipancing. Latah merupakan sebuah perilaku yang kadang mengganggu dalam berkomunikasi. Perkataan dan kadang disertai gerakan yang berulang-ulang membuat penderita latah terlihat tersiksa dengan kondisinya. Dengan demikian maka tulisan ilmiah ini akan menggali terkait penyebab latah, jenis-jenis latah dll menggunakan perspektif psikolinguistik.
Bahasa ,Prasangka, dan Stereotip Sosial: Perspektif Psiko-Sosio Lingustik Nafiul Huda; Najwa Salma AT
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

linguistik, stereotipe Penelitian ini mengkaji fenomena diskriminasi linguistik dan stereotipe sosial dalam bahasa dari perspektif sosiolinguistik. Diskriminasi linguistik terjadi ketika seseorang diperlakukan tidak adil berdasarkan cara mereka berbicara, sementara stereotipe sosial dalam bahasa melibatkan generalisasi berlebihan tentang kelompok sosial tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, termasuk analisis wacana kritis, studi literatur, dan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi kompleksitas isu ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi linguistik dan stereotipe sosial saling memperkuat, berdampak negatif pada individu dan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, pekerjaan, dan interaksi sosial. Fenomena ini tidak hanya mempengaruhi kesempatan dan mobilitas sosial individu, tetapi juga berkontribusi pada marginalisasi kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat. Penelitian ini menekankan peran penting pendidikan inklusif, media yang bertanggung jawab, dan kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah ini.