Laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2023 menunjukkan bahwa 40% dari populasi usia 30 hingga 79 tahun mengalami hipertensi, dengan hanya 15% yang menjalani pengobatan dan 4% yang terkontrol. Hipertensi menjadi penyakit dengan kasus terbanyak di Kabupaten Magetan pada tahun 2022. Kebaruan penelitian ini karena menggunakan metode HAPPS untuk menganalisis jalur intervensi hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis masalah kesehatan khususnya Hipertensi di Kabupaten Magetan. Metode yang digunakan menggunakan Health Analysis For Planning Prevention Service (HAPPS) meliputi identifikasi masalah melalui studi dokumen data sekunder pada tahun 2021 sampai 2023 dan pengambilan data primer menggunakan penentuan prioritas masalah kesehatan menggunakan Basic Priority Rating System (BPRS) dan Propriety, Economics, Acceptability, Resources, Legality (PEARL) serta identifikasi penyebab masalah dengan diagram analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi terpilih sebagai prioritas dengan lima faktor determinan yang diidentifikasi yaitu kebiasaan merokok, proporsi konsumsi sayur, makanan berlemak, aktivitas fisik, dan rendahnya capaian standar pelayanan minimal hipertensi. Jalur intervensi yang memungkinkan meliputi pembentukan komunitas Asuhan Mandiri Tanaman Obat dan Keluarga (ASMAN TOGA) dan akupresur, pengawas menelan obat berbasis keluarga, serta kerjasama dengan jejaring swasta. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meningkatnya prevalensi hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu dianalisis lebih lanjut, dengan penyebab utama yang meliputi kebiasaan merokok, konsumsi makanan berlemak, kurangnya aktivitas fisik, dan rendahnya capaian pelayanan minimal.