Dokter umum memiliki pilihan karir yang cukup luas, salah satunya dapat menjadi tenaga pengajar yaitu asisten dosen. Burnout didefinisikan sebagai kelelahan kronik yang memiliki tiga dimensi berupa kelelahan emosional, depersonalisasi dan berkurangnya kepuasan terhadap pencapaian pribadi. Dokter umum yang bekerja sebagai asisten dosen memiliki risiko tinggi mengalami kejadian burnout akibat beban kerja yang ditanggung. Kebaruan dalam penelitian ini yaitu meneliti tentang burnout dan kualitas hidup dokter umum yang bekerja sebagai asisten dosen. Penelitian ini bertujuan mengetahui angka kejadian burnout dan gambaran kualitas hidup dokter umum yang bekerja sebagai asisten dosen. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan diberlakukan pada dokter umum yang bekerja sebagai asisten dosen pada fakultas kedokteran dengan total sampel sebanyak 25 orang. Burnout pada penelitian ini diukur menggunakan instrumen Maslach Burnout Inventory (MBI) dan kualitas hidup pada penelitian ini diukur menggunakan instrumen The World Health Organization Quality of Life –BREF (WHOQOL-BREF). Hasil Penelitian didapatkan angka kejadian burnout pada dokter umum yang bekerja sebagai asisten dosen sebesar 56% mengalami tingkat kejadian burnout rendah dan 44% mengalami tingkat kejadian burnout sedang. Kualitas hidup dokter umum yang bekerja sebagai asisten dosen didapatkan 84% memiliki kualitas hidup yang tinggi, 12% memiliki kualitas hidup yang sangat tinggi dan 4% memiliki kualitas hidup yang rendah. Kesimpulan penelitian yaitu sebagian besar dokter umum yang bekerja sebagai asisten dosen memiliki tingkat burnout rendah dan kualitas hidup tinggi.