Nurahmi, Fatia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Eksperimen Pelangi Sederhana untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Cahaya di Kelas IV SDN 27 Banda Aceh Sari, Siti Mayang; Kasmini, Lili; Yulianti, Eka; Nurahmi, Fatia
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1588

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman awal mengenai fenomena alam dan membentuk pola pikir ilmiah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsepdispersi dan pembiasan pada cahaya melalui eksperimen sederhana tentang pelangi. Kegiatan tersebut dilakukan di kelas V SD Negeri 2 Banda Aceh menggunakan metode eksperimen langsung dengan menggunakan media berupa baskom berisi air, cermin datar, dan cahaya matahari alami. Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), model Kemmis dan Taggart, yang terdiri dari dua siklus, digunakan dalam penelitian ini. Tes pemahaman konsep, dokumentasi visual, dan lembar observasi keterampilan eksperimen adalah alat yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa meningkat sebesar 85% pada akhir siklus kedua dari 40% pada pra-siklus. Selain itu, lebih dari 90 persen siswa melakukan eksperimen secara mandiri dan berhasil melihat spektrum warna pelangi (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu). Selain itu, eksperimen ini meningkatkan antusiasme siswa dan tingkat partisipasi aktif mereka dalam proses pembelajaran. Eksperimen pelangi sederhana ini disarankan sebagai metode pembelajaran kontekstual yang efektif untuk materi cahaya karena temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa teknik eksperimen sangat efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep sains dasar disekolah dasar.
PERAN ANTROPOLOGI PENDIDIKAN DALAM PELESTARIAN BUDAYA ACEH MELALUI PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Nurahmi, Fatia; Rahmad Syah Putra; Bansu Irianto Ansari; Udrikal Muna
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.42386

Abstract

The preservation of Acehnese culture is a crucial part of efforts to maintain the sustainability of local identity within the framework of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Amidst the increasingly strong currents of globalization and modernization, basic education plays a strategic role as a vehicle for transmitting cultural values, norms, and practices to the younger generation. This article aims to analyze the role of educational anthropology in preserving Acehnese culture through learning in elementary schools. The educational anthropology approach provides a conceptual foundation for understanding the relationship between culture, the learning process, and the formation of student character. This research uses a literature review method by reviewing various scientific sources, including journal articles, books, and research findings related to educational anthropology, culture-based basic education, and the preservation of local culture, particularly in Aceh. The study results indicate that integrating Acehnese cultural values ​​into elementary school learning can strengthen students' cultural identity, increase the relevance of learning, and encourage the formation of character rooted in local values ​​such as religiosity, togetherness, and social wisdom. Educational anthropology plays a role in providing an analytical framework for contextualizing learning, avoiding cultural homogenization, and ensuring that education serves as a means of sustainable cultural preservation. This article is expected to make theoretical and practical contributions to the development of basic education that is sensitive to Aceh's local culture.