ABSTRACT The use of mobile health applications (mHealth) for self-medication is increasingly common, especially among young adults. In Mataram, the demand for digital healthcare tools has surged, particularly in the wake of the COVID-19 pandemic, which has changed how healthcare is accessed and managed. This study aims to analyze the behavior of young adults in Mataram in using mobile health applications for medication in 2024. It seeks to understand the motivations, factors influencing usage, and the impact of these applications on self-medication practices. A qualitative approach using phenomenological research was employed, involving in-depth interviews with young adult users of mHealth applications. Data were collected from key informants who shared their experiences and perceptions about using these applications for health management. The results indicate that young adults in Mataram use mHealth applications primarily for convenience, cost-efficiency, and ease of access to health information. While the applications support self-medication, they also raise concerns about the accuracy of information and the need for professional healthcare guidance. The COVID-19 pandemic further accelerated the use of these applications, although some users still prefer in-person consultations for more complex health issues. mHealth applications have proven to be beneficial in enhancing access to healthcare and enabling self-medication among young adults. However, there is a need for improved regulations and supervision to ensure the safe and accurate use of these technologies, alongside greater professional involvement in health decision-making. Keywords: Mobile Health, Self-Medication, Young Adults, Mataram, Telemedicine, COVID-19, Health Behavior, Technology In Healthcare. ABSTRAK Penggunaan aplikasi mobile health (mHealth) untuk swamedikasi semakin umum, terutama di kalangan dewasa awal. Di Mataram, permintaan terhadap alat kesehatan digital semakin meningkat, khususnya setelah pandemi COVID-19, yang telah mengubah cara akses dan pengelolaan layanan kesehatan. Penggunaan aplikasi mobile health (mHealth) untuk pengobatan semakin umum, terutama di kalangan dewasa awal. Di Mataram, permintaan terhadap alat kesehatan digital semakin meningkat, khususnya setelah pandemi COVID-19, yang telah mengubah cara akses dan pengelolaan layanan kesehatan. Pendekatan kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan wawancara mendalam dengan pengguna aplikasi mHealth dewasa awal. Data dikumpulkan dari informan kunci yang berbagi pengalaman dan persepsi mereka tentang penggunaan aplikasi ini untuk manajemen kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewasa awal di Mataram menggunakan aplikasi mHealth terutama untuk kenyamanan, efisiensi biaya, dan kemudahan akses terhadap informasi kesehatan. Meskipun aplikasi ini mendukung swamedikasi, aplikasi ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait keakuratan informasi dan perlunya bimbingan profesional dalam pengambilan keputusan kesehatan. Pandemi COVID-19 semakin mempercepat penggunaan aplikasi ini, meskipun sebagian pengguna masih lebih memilih konsultasi langsung untuk masalah kesehatan yang lebih kompleks. Aplikasi mHealth terbukti bermanfaat dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan mendukung swamedikasi di kalangan dewasa awal. Namun, dibutuhkan regulasi dan pengawasan yang lebih baik untuk memastikan penggunaan teknologi ini aman dan akurat, dengan tetap melibatkan tenaga medis dalam pengambilan keputusan kesehatan. Kata Kunci: Mobile Health, Swamedikasi, Dewasa Awal, Mataram, Telemedicine, COVID-19, Perilaku Kesehatan, Teknologi Dalam Layanan Kesehatan.