Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Body Image dan Frekuensi Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Status Gizi pada Remaja Putri di SMA Batik 2 Surakarta Shafira Azzahra; Sudrajah Warajati Kisnawaty; Dyah Intan Puspitasari
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5298

Abstract

Adolescence is a critical stage of development, where nutrition and health influence the quality of individuals in adulthood.. Adolescent nutritional status is influenced by various factors such as body image and fast food consumption. The aim of this study was to determine the relationship between body image and the frequency of fast food consumption with nutritional status. This research employed a cross-sectional design involving 61 respondents selected through proportional random sampling. Body image was measured using the MBSRQ-AS questionnaire consisting of 33 items covering four aspects: appearance evaluation, body part satisfaction, fat anxiety, and body categorization. The frequency of fast food consumption was assessed using a FFQ, and nutritional status data were obtained through weight and height measurements using the BMI-for-age index. Data analysis was conducted using the Spearman Rank test to examine the relationship between body image and the frequency of fast food consumption with nutritional status. The results showed that the majority of female adolescents had a positive body image (55.7%) and rarely consumed fast food (60.7%), with most having a good nutritional status (78.7%). The Spearman Rank test indicated a significant relationship between body image and nutritional status (p < 0.001), while there was no significant relationship between the frequency of fast food consumption and nutritional status (p = 0.301). The conclusion of this study is that body image affects the nutritional status of female adolescents, whereas fast food consumption does not necessarily have a significant influence on nutritional status.
PENYULUHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU DENGAN BALITA DI DESA MADEGONDO, GROGOL, SUKOHARJO Danuartha Vandika; Zahra Faisha Salsabila; Nur Fauziyah; Hanny Nur Rahmani; Bunga Cintantya Rudisty; Rizky Amalia Nur'aini; Ouwada Aiko Suda; Yuli Nurmasari; Nasywa Amila Shabira; Shafira Azzahra; Devira Novi Aprillia; Nisrina Devi Wienasari; Aan Sofyan; Kartinah
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6062

Abstract

Stunting pada anak-anak berdampak signifikan terhadap komposisi tubuh, perkembangan motorik, pertumbuhan fisik, dan fungsi neurokognitif mereka. Global Nutrition Report 2022 menunjukkan prevalensi stunting dan anemia pada perempuan usia subur masih menjadi masalah serius di banyak negara. Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi stunting sebagai prioritas nasional dengan berbagai program intervensi, termasuk pemberian ASI eksklusif dan kampanye gizi seimbang. Pada posyandu Kelurahan Madegondo terdapat sebanyak 12,06% dari 58 anak dengan kategori gizi kurang. Di Desa Madegondo, data menunjukkan berbagai kategori gizi dan tinggi badan pada anak-anak, dengan upaya pemerintah untuk mengatasi stunting melalui berbagai program. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu dengan balita, penerapan pedoman gizi seimbang, dan mendemostrasikan ulang Massage tuina sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan tanya jawab tentang pencegahan stunting dan gizi seimbang serta demonstrasi Massage tuina sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nafsu makan, serta evaluasi dengan pre-test dan pos-test untuk menilai perubahan pengetahuan ibu dengan balita. Media yang digunakan adalah powerpoint precentation, leaflet, dan video YouTube. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dengan balita yang menunjukkan nilai pretest 8,32, sementara pos-test meningkat menjadi 9,16. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang komprehensif dalam meningkatkan pemahaman ibu dengan balita dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu dengan balita tentang upaya pencegahan stunting. Saran yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan program melalui Posyandu dan dukungan berkelanjutan dari kader kesehatan untuk memastikan kepatuhan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan serta konsumsi makanan dengan gizi seimbang.