Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Tuha Peut Gampong sebagai Mediator dalam Penyelesaian Sengketa Harta Warisan: (Studi di Gampong Neubok Badeuk Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie) Faiza, Nailul; Nazirah; Zalikha, Siti; Azzuhra, Rizki; Baitannur
Ameena Journal Vol. 1 No. 01 (2022): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of Tuha Peut Gampong as a mediator in resolving inheritance disputes in Gampong Neubok Badeuk, Tangse District, Pidie Regency. Tuha Peut serves as a traditional institution and a deliberative body, functioning to mediate and reconcile community conflicts, including inheritance disputes. As a mediator, Tuha Peut does not make decisions but assists disputing parties in reaching an agreement through consensus. The research employs a qualitative method with a descriptive approach to explore the role of Tuha Peut in the mediation process. Primary data were collected from Tuha Peut members, supported by observations, interviews, and relevant documents. The findings reveal that Tuha Peut plays a significant role in restoring family ties that have been strained by inheritance disputes. The mediation process emphasizes impartiality and wisdom, encouraging all heirs to voluntarily reach a mutual agreement. This approach ensures that harmony and brotherhood among the disputing parties are maintained.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita di Desa Abeuk Budi Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen Tahun 2025 Zuha, Intan; Aprillina; Nazirah
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kg751y82

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya pada balita. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu lama yang menyebabkan anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Desa Abeuk Budi Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yang dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan yang berdomisili di Desa Abeuk Budi sebanyak 82 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,001, terdapat hubungan antara sikap ibu dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,003, terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,002, serta terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,004. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, sikap, pemberian ASI eksklusif, dan status ekonomi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan adanya upaya peningkatan edukasi kepada masyarakat, terutama ibu balita, mengenai pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga dalam upaya pencegahan stunting.