Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya pada balita. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu lama yang menyebabkan anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Desa Abeuk Budi Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yang dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan yang berdomisili di Desa Abeuk Budi sebanyak 82 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,001, terdapat hubungan antara sikap ibu dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,003, terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,002, serta terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,004. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, sikap, pemberian ASI eksklusif, dan status ekonomi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan adanya upaya peningkatan edukasi kepada masyarakat, terutama ibu balita, mengenai pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga dalam upaya pencegahan stunting.