Abstrak. Pada masa pandemi maupun tidak kini masih banyak peserta didik yang kesulitan dalam proses pembelajaran terutama pada mata pelajaran matematika. Kesulitan belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yang akan dibahas pada artikel ini dan peneliti berusaha mencari solusi dari masalah-masalah yang ada menggunakan metode kuantitatif dengan angket. SMP Dharma Pancasila Medan menjadi subjek atau sampel pada artikel ini terutama pada kelas IX A dan IX B yang memiliki perbedaan jam pembelajaran dan perbedaan model atau metode pembelajaran. Sudah jelas jika peserta didik lebih fokus pada pagi hari dan sekaligus guru menjelaskan materi daripada peserta didik yang tidak menerima asupan ilmu atau materi ketika siang hari. Maka dari itu, peran guru juga harus penting dalam proses belajar mengajar dan mengetahui terlebih dahulu bagaimana mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Kata Kunci. Kesulitan Belajar; Siswa; Matematika Abstract. During the pandemic or not, there are still many students who have difficulty in the learning process, especially in mathematics. Learning difficulties are influenced by several factors that will be discussed in this article, and researchers are trying to find solutions to existing problems using quantitative methods with questionnaires. Dharma Pancasila Middle School Medan is the subject or sample in this article, especially in grades IX A and IX B which have different learning hours and different learning models or methods. It is clear that students focus more on the morning and at the same time the teacher explains the material than students who do not receive knowledge or material intake during the day. Therefore the role of the teacher must also be important in the teaching and learning process and know in advance how to diagnose learning difficulties experienced by students. Keywords. Difficulty Learning; Student; Math