Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM PEMILAH LIMBAH MEDIS BERBASIS ARDUINO DAN INDUCTIVE PROXIMITY Renhoran, Cia; Ismail, Muthia Muthmainnah; Priyaniti, Ajeng Ayu; Saputra, Edi Arno; Kumarajati, Dhananjaya Yama Hudha
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3.4941

Abstract

Abstrak.   Rumah sakit dan industri kesehatan menjadi sumber limbah medis dan non-medis yang signifikan. Apabila tidak dikelola dengan baik, dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan. Di Indonesia, limbah medis mencapai 138 ton/hari dengan potensi peningkatan 30-50% setiap tahun. Teknologi modern, termasuk otomatisasi, dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah. Salah satu solusi inovatif adalah sistem pemilah medis berbasis Arduino dan sensor Induktif Proximity. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi dan memilah limbah medis secara efisien, mengurangi risiko infeksi, dan melindungi lingkungan. Arduino Atmega 2560 mengontrol sensor Induktif Proximity dan inframerah untuk mendeteksi jenis limbah medis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor Induktif Proximity efektif mendeteksi limbah logam seperti jarum suntik, pisau, klip bedah, pipet, dan gunting, dengan waktu respon cepat berkisar antara 0.1 hingga 0.5 detik. Sementara itu, sensor inframerah mampu mendeteksi limbah non-logam seperti face shield, masker, sarung tangan karet, perban, dan bekas botol infus dengan respon cepat antara 0.1 hingga 0.3 detik.Abstrak. Rumah sakit dan industri kesehatan merupakan sumber limbah medis dan non medis yang signifikan. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah medis dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan. Di Indonesia, limbah medis mencapai 138 ton/hari dengan potensi peningkatan 30-50% setiap tahunnya. Teknologi modern, termasuk otomatisasi, dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah. Salah satu solusi inovatif adalah sistem pemilahan limbah medis berbasis Arduino dan sensor Induktif Proximity. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi dan memilah limbah medis secara efisien, mengurangi risiko infeksi, dan melindungi lingkungan. Arduino Atmega 2560 mengendalikan sensor Induktif Proximity dan inframerah untuk mendeteksi jenis limbah medis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor Induktif Proximity efektif mendeteksi limbah logam seperti jarum suntik, pisau, klip bedah, pipet, dan gunting, dengan waktu respon cepat berkisar 0,1 hingga 0,5 detik. Sementara itu, sensor inframerah mampu mendeteksi limbah non-logam seperti pelindung wajah, masker, sarung tangan karet, perban, dan bekas botol infus dengan waktu respon cepat antara 0,1 hingga 0,3 detik.
Effect of Immersion Media on the Swelling Degree of Banana Peel Extract-Based Biofilm Ismail, Muthia Muthmainnah; Setiana, Mira
Jurnal Pijar Mipa Vol. 21 No. 1 (2026): in Progress
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v21i1.10901

Abstract

The waste from banana peels has bioactive chemicals that could be exploited as natural biomaterials for wound dressings. The amount of swelling in a biofilm is one of the most crucial things that impacts how effectively it works for wound care. This is because it changes how much water it can hold and how solid its structure is. The purpose of this study is to determine the impact of immersion media on the swelling of banana peel extract-based biofilms. We mixed banana peel extract with gelatin at 0.1, 0.3, and 0.5 mL to form biofilms. We tested for swelling in distilled water and a 0.9% NaCl solution for 10 to 30 minutes. We calculated out how much the swelling changed by comparing the weights before and after immersion. After that, we looked at the data by finding the average swelling numbers. The findings indicated that biofilms immersed in NaCl solution exhibited greater swelling than those immersed in pure water. This means that ionic interactions affect how polymer networks grow. The biofilm with 0.3 mL of extract swelled the most, although greater concentrations of extract made the swelling more controllable. These findings indicate that the concentration of the extract and the nature of the immersion medium significantly influence the swelling behavior of banana peel extract-based biofilms. This work provides scientists with insights into enhancing natural biofilm compositions for use as stable and absorbent, eco-friendly wound dressings.