Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI BIOURIN SAPI, EM4 DAN MACAM PUPUK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI MUSIM HUJAN Puspitasari, Risky Anggraeni; Azizah, Nur; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biourin sapi dan EM4 dapat digunakan sebagai bahan pemacu pertumbuhan dan dikombinasikan dengan pupuk untuk mempertahankan produksi bawang merah di musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dan mendapatkan kombinasi bahan pemacu pertumbuhan dan pupuk terbaik pada bawang merah di musim hujan. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Maret 2015 di Dusun Ngujung, Batu menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 9 perlakuan (B) dan diulang sebanyak 3 kali. B0:100% anorganik, B1: 50% kompos kotoran sapi, B2: 50% anorganik+25% kompos kotoran sapi, B3:EM4 dan 100% anorganik, B4:EM4 dan 50% kompos kotoran sapi, B5:EM4 dan 50% anorganik dan 25% kompos kotoran sapi, B6­:biourin sapi dan 100% anorganik, B7:biourin sapi dan 50% kompos kotoran sapi, B8:biourin sapi dan 50% anorganik+25% kompos kotoran sapi. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi biourin sapi dan 50% anorganik+25% kompos kotoran sapi ialah perlakuan terbaik pada variabel pertumbuhan dengan panjang tanaman 34,60 cm, 12,58 anakan, luas daun 533,70 cm2, ILD 1,07, bobot umbi 34,18 g lubang tanam-1 dengan jumlah 10,75 umbi lubang tanam-1. Variabel panen menunjukkan perlakuan tersebut bobot basah umbi panen 16,31 ton ha-1, bobot kering matahari umbi panen 13,59 ton ha-1. Perlakuan tersebut dapat meningkatkan produksi 43,63% lebih tinggi dibandingkan pemupukan serupa tanpa kombinasi. Produksi pada musim hujan dapat menurun hingga 42,15% bila dibandingkan pada musim kemarau.
Chemical characterization of White Burley tobacco stems at varying elevations for bio-oil optimization using FTIR Puspitasari, Risky Anggraeni; Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Setiyawan, Hendrix Yulis
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2026.009.02.3

Abstract

Tobacco stems (Nicotiana tabacum), often discarded as waste, have significant potential as a source of secondary metabolites, including bio-oil. This study examines the effect of elevation on the chemical composition of White Burley tobacco stems from lowland, midland, and highland regions in Lumajang District using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). The FTIR results revealed distinct variations in functional groups: the lowland sample showed strong O–H, C–H aliphatic, C=O, and C–O peaks, indicating the presence of oxygenated compounds typical of bio-oil. The midland sample exhibited O–H, C–H aliphatic, and C–O–C bands, suggesting volatile organic and polar compounds. The highland sample revealed O–H, C–H, C=O, and C–O peaks, indicating both polar and non-polar compounds. Physicochemical analysis of aqueous extracts prepared from the same lowland, midland, and highland stem samples showed that the pH values were similar across samples (8.35–8.59), with the lowland sample having the lowest density (1.032 g/mL). These attributes suggest the lowland sample is most favorable for bio-oil production due to its closer pH to diesel oil and lower density. The findings indicate that elevation influences tobacco stem metabolites and physical properties, with lowland stems showing the greatest potential for high-quality bio-oil production.