Maskur, A’an
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Komposisi Pupuk Organik-Anorganik dan Konsentrasi Pemberian PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) Varietas Bauji Maskur, A’an; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan efisiensi pemupukan dan perbaikan kualitas tanah merupakan faktor yang menentukan keberhasilan budidaya bawang merah yang dapat dilakukan dengan cara menambah bahan organik dan pengaplikasian PGPR pada lahan.Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari dan mengetahui komposisi pupuk organik-anorganik yang efektif dan konsentrasi pemberian PGPR yang tepat serta pengaruh interaksi keduanya terhadap per-tumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Bauji. Penelitian dilaksa-nakan di lahan pertanian desa Sumber pancur, kecamatan Kepung kabupaten Kediri Jawa Timur pada bulan Juni sampai Agustus 2017. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi pupuk organik-anorganik yang terdiri dari 3 taraf yaitu0% organik + 100% anorganik, 25% organik + 75% anorganik dan 50% organik + 50% anorganik. Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 5,10  dan 15 ml/l.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan komposisi pupuk organik-anorganik dengan konsentrasi pemberian PGPR pada semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Secara terpisah, perlakuan komposisi pupuk organik-anorganik dan  konsentrasi PGPR mempengaruhi jumlah daun, panjang tanaman, luas daun, jumlah umbi, diameter umbi dan bobot kering umbi. Hasil bobot kering umbi per hektar yang tertinggi diperoleh pada perlakuan komposisi pupuk organik 50% + anorganik 50% yaitusebesar 12,79 ton/ha. Sedangkan pada perlakuan PGPR hasil yang lebih tinggi diperoleh pada konsentrasi 15 ml/l dibanding perlakuan lainnya yaitu sebesar 12,65 ton/ha.