Mochammad Dawam Maghfoer
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 113 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PANJANG TUNAS DAN BOBOT RIMPANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) A’yun, Lutfi Qurrotun; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/240

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia. Perbanyakan tanaman temulawak yang sering digunakan yaitu berasal dari rimpang. Rimpang temulawak yang digunakan merupakan rimpang cabang. Dalam budidaya temulawak, bobot rimpang yang digunakan sebagai bahan tanam akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Rimpang temulawak yang akan digunakan sebagai bahan tanam sebaiknya sudah muncul tunas. Rimpang yang telah bertunas, apabila digunakan sebagai bahan tanam pertumbuhannya akan lebih cepat dibandingkan dengan rimpang yang belum bertunas. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panjang tunas dan bobot rimpang terhadap pertumbuhan tanaman temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, meliputi 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah panjang tunas dengan 3 taraf yaitu : 2-4 cm, >4-6 cm dan >6-8 cm. Faktor kedua bobot rimpang dengan 3 taraf yaitu : 5-10 g, >10-15 g dan >15-20 g. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara penggunaan panjang tunas dan bobot rimpang terhadap semua variabel pengamatan.  Penggunaan panjang tunas >4-6 cm dan >6-8 cm menghasilkan jumlah anakan, bobot kering rimpang dan bobot segar rimpang panen yang lebih tinggi dibandingkan panjang tunas 2-4 cm.  Penggunaan bobot rimpang >15-20 g menghasilkan tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, bobot kering daun, bobot kering batang, bobot kering akar, bobot kering rimpang dan bobot segar rimpang panen yang lebih tinggi dibandingkan bobot rimpang yang lain. Kata kunci : Temulawak, Panjang Tunas, Bobot Rimpang, Pertumbuhan
PENGARUH SUMBER PUPUK NITROGEN DAN WAKTU PEMBERIAN UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Sturt. var. saccharata) Ramadhani, Resqi Hapsari; Roviq, Mochammad; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/254

Abstract

Produktivitas jagung manis dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanah. Penelitian dengan tujuan untuk memperoleh sumber pupuk N dan waktu pemberian urea yang tepat pada tanaman jagung manis telah dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2014 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Jatikerto, Kromengan, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 10 perlakuan dan diulang 3 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari : P1=100% N Urea diberikan 3 kali dosis 138 kg N/ha; P2=100% N Urea diberikan 3 kali dosis 184 kg N/ha; P3=75% N Urea diberikan 1 kali + 25% N PK dosis 138 kg N/ha; P4=75% N Urea diberikan 2 kali + 25% N PK dosis 138 kg N/ha; P5=75% N Urea diberikan 1 kali + 25% N PK dosis 184 kg N/ha; P6=75% N Urea diberikan 2 kali + 25% N PK dosis 184 kg N/ha; P7=50% N Urea diberikan 1 kali + 50% N PK dosis 138 kg N/ha; P8=50% N Urea diberikan 2 kali + 50% N PK dosis 138 kg N/ha; P9=50% N Urea diberikan 1 kali + 50% N PK dosis 184 kg N/ha; P10=50% N Urea diberikan 2 kali + 50% N PK dosis 184 kg N/ha. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan 75% N Urea diberikan 2 kali + 25% N pupuk kandang dosis 184 kg N/ha mampu menghasilkan tongkol berkelobot yang tinggi (29,67 ton/ha), 6,7% lebih tinggi dibandingkan perlakuan 100% N Urea diberikan 3 kali dosis 184 kg N/hayang hanya mampu menghasilkan 27,67 ton/ha. Kata kunci : Jagung Manis, Nitrogen,Urea, Pupuk Kandang
PENGARUH BEBERAPA MACAM MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PLANTLET TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA KEMBANG Kurniawan, Berry; Suryanto, Agus; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/269

Abstract

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.)  dapat dikembangbiakkan dengan dua cara, yaitu perbanyakan secara tradisional dan perbanyakan secara cepat. Melalui perbanyakan secara cepat dapat mempersingkat massa perbanyakan bibit dan dapat meningkatkan jumlah bibit dengan kualitas yang terjamin. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan media tumbuh yang paling optimal sehingga dapat memberi pengaruh yang baik pada pertumbuhan stek plantlet kentang, telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Cangar pada bulan Maret hingga Juni 2014. Metode penelitian yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 9 perlakuan sebagai berikut :K1 : Media tanah, K2: Media arang sekam, K3: Media arang sekam + tanah (1 : 1), K4 : Media cocopeat, K5: Media cocopeat + tanah (1 : 1), K6 : Media humus, K7 : Media humus + tanah (1 : 1), K8 : Media pupuk kandang ayam, K9 : Media pupuk kandang ayam + tanah (1 : 1). Bahan tanam stek pucuk plantlet tanaman kentang Varietas Granola Kembang yang diperoleh dari hasil kultur jaringan. Pengamatan yang dilakukan meliputi. Persentase tanaman tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tunas dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 macam media yang digunakan pada penelitian ini terdapat satu media yaitu media pupuk kandang ayam menunjukkan hasil terendah dibanding perlakuan lainnya pada semua parameter pengamatan, sedangkan media yang lain memiliki kemampuan yang sama dalam meningkatkan pertumbuhan stek plantlet tanaman kentang. Kata kunci : Plantlet, Stek pucuk, Kentang, Komposisi media.
KAJIAN PENGGUNAAN MULSA PLASTIK DAN TIGA GENERASI UMBI BIBIT YANG BERBEDA PADA KOMODITAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA Prayoga, Kharisma Marta; Maghfoer, Mochammad Dawam; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/271

Abstract

Produksi kentang di Indonesia hanya mencapai 16,58 ton perhektar, sedangkan potensi produksi kentang Nasional sebesar 20 ton perhektar. Produksi tanaman kentang di Indonesia dapat ditingkatkan dengan penggunaan bibit yang baik serta cara budidaya yang tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman kentang yaitu dengan penggunaan mulsa plastik dengan warna yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis mulsa plastik dengan kombinasi warna yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Penelitian dilaksanakann pada bulan Maret 2014 sampai dengan bulan juni 2014, desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukan penggunaan berbagai macam mulsa plastik mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering umbi, bobot kering total tanaman yang lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan mulsa. Perlakuan mulsa plastik hitam perak, mulsa plastik perak dan perlakuan mulsa plastik hitam pada semua generasi memiliki potensi hasil yang sama yaitu 27,23 – 38,07 ton ha¯¹. Kata kunci: Solanum tuberosum L.,Kentang Granola L, Penggunaan Mulsa Plastik, Umbi Bibit G3, Umbi bibit G4.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) PADA Sistem Tumpangsari dengan Selada (Lactuca sativa L.) Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan PGPR Ludihargi, Rachma Jati; Murdiono, Wisnu Eko; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1021

Abstract

Peningkatan produksi terung dapat dilakukan melalui pemberian pupuk kandang kambing serta aplikasi PGPR yang dapat meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman. Tingkat serangan OPT dapat dikurangi dengan sistem tumpangsari dengan selada. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi PGPR yang sesuai pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung yang ditanam tumpangsari dengan selada. Penelitian dilaksanakan pada Maret – Juli 2017 di Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama, dosis pupuk kandang kambing, yaitu K1 : 10 ton ha-1, K2 : 20 ton ha-1 dan K3 : 30 ton ha-1. Faktor kedua, konsentrasi PGPR, yaitu P0 : 0 ml, P1 : 10 ml l-1, P2 : 15 ml l-1 dan P3 : 20 ml l-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terung yang ditanam secara tumpangsari dengan selada dengan dosis pupuk kandang kambing 30 ton ha-1 diikuti konsentrasi PGPR 20 ml l-1 dapat meningkatkan panjang buah terung. Pemberian dosis pupuk kandang kambing dapat meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, berat kering, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak dan bobot buah per ha. Perlakuan dosis pupuk kandang kambing 30 ton ha-1 memiliki hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Konsentrasi PGPR dapat meningkatkan luas daun, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak dan bobot buah per ha. Perlakuan konsentrasi PGPR 20 ml l-1 memiliki hasil yang lebih lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, namun pada luas daun konsentrasi PGPR 15 ml l-1 merupakan hasil yang lebih tinggi.
Respons Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) pada Sistem Tumpangsari Dengan Selada (Lactuca sativa L.) Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan EM4 Iswara, Henrikus Rico Adhi; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1023

Abstract

Terung merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi untuk meningkatkan gizi. Upaya untuk meningkatkan produksi terung dapat melalui pengelolaan hara terpadu dan sistem tanam yang tepat. Aplikasi Effective Microorganism 4 (EM4) dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara melalui pemanfaatan mikroorganisme dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4 serta mendapatkan dosis dan konsetrasi yang sesuai untuk meningkatan hasil dan pertumbuhan tanaman terung yang ditanam secara tumpangsari dengan selada.  Penelitian dilaksanakan di Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, pada bulan Maret - Agustus 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor dan 3 ulangan, yaitu dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4. Dosis pupuk kandang kambing terdiri 3 taraf, yaitu K1 = 10 ton/ha, K2 = 20 ton/ha dan K3 = 30 ton/ha. Konsentrasi EM4 terdiri 4 taraf, yaitu E0 = 0 ml/l, E1 = 10 ml/l, E2 = 15 ml/l dan E3 = 20 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk kandang kambing dengan konsentrasi EM4 pada luas daun terung umur 120 hst. pupuk kandang kambing dan EM4 memberikan pengaruh nyata pada hasil yang meliputi bobot buah per ha. Aplikasi dosis pupuk kandang kambing 30 ton/ha menunjukkan hasil tertinggi yaitu sebesar 18,43 ton/ha. Aplikasi EM4 konsentrasi 20 ml/l menunjukkan hasil tertinggi yaitu sebesar 19,54 ton/ha. Sistem tanam tumpangsari terung dan selada menunjukkan Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) dengan nilai antara 1,3 – 1,9 yang menguntungkan pada semua perlakuan antara konsentrasi pupuk kandang kambing dan dosis EM4.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan Inokulasi Mikroba Rhizosfer Pratiwi, Stevani; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1025

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) ialah salah satu produk tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Penyebab rendahnya produktivitas tanaman terung ialah penurunan tingkat kesuburan tanah. Oleh karenanya perlu diupayakan untuk meningkatkan produksi terung melalui perbaikan kesuburan tanah. Pemberian pupuk kandang kambing dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta meningkatkan ketersediaan hara. Tujuan dari penelitian ialah mempelajari dan mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi mikroba rhizosfer yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilaksanakan di Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang pada Februari hingga Juni 2017. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing, yaitu K1 : 10 ton/ha, K2 : 20 ton/ha, K3 : 30 ton/ha. Faktor kedua adalah jenis dan konsentrasi mikroba rhizosfer, yaitu M0 : tanpa mikroba, M1 : 10 EM4 ml/l, M2 : 15 EM4 ml/l, M3 : 10 PGPR ml/l, M4 : 15 PGPR ml/l. Hasil penelitian  menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan inokulasi mikroba rhizosfer pada peubah luas daun 120 hst. Perlakuan dosis pupuk kandang kambing 30 ton ha-1 dengan konsentrasi PGPR 15 ml l-1 mampu menghasilkan luas daun paling tinggi yaitu 42,64 dm2. Pemberian pupuk kandang 30 ton/ha memberikan hasil yang lebih tinggi pada jumlah buah  dan bobot buah. Pemberian mikroba rhizosfer EM4 dan PGPR dengan dosis 10 ml/l dan 15 ml/l mampu meningkatkan jumlah buah dan bobot buah.
Respons Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Terhadap Aplikasi Pupuk Kandang dan EM4 pada Sistem Tumpangsari dengan Terung (Solanum melongena L.) Kholivia, Anita; Armita, Deffi; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1027

Abstract

Peningkatan efisiensi pemanfaatan lahan serta keanekaragaman tanaman diperlukan melalui sistem penanaman tumpangsari. Pengelolaan unsur hara yang baik merupakan faktor yang menentukan keberhasilan penanaman tumpangsari kacang panjang dengan terung. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh berbagai dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4 pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang yang ditanam secara tumpangsari dengan terung. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Juli 2017 di desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang yang terdiri dari 3 taraf  yaitu 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi EM4 yang terdiri 4 taraf yaitu 0, 10, 15 dan 20 ml/l. Hasil penelitian tidak terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk kandang dan konsentrasi EM4 pada semua  parameter. Secara terpisah perlakuan pupuk kandang dan EM4 mempengaruhi jumlah daun, diameter batang, luas daun, jumlah daun, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot polong per petak dan bobot polong per hektar. Bobot polong per hektar pada pemberian pupuk kandang menunjukkan hasil tertinggi dengan dosis 15 ton/ha yaitu 14,35 ton/ha. Sedangkan pada pemberian EM4 didapatkan pada jumlah EM4 konsentrasi 20 ml/l yaitu 14,83 ton/ha.
Pengaruh Komposisi Pupuk Organik-Anorganik dan Konsentrasi Pemberian PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) Varietas Bauji Maskur, A’an; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1066

Abstract

Peningkatan efisiensi pemupukan dan perbaikan kualitas tanah merupakan faktor yang menentukan keberhasilan budidaya bawang merah yang dapat dilakukan dengan cara menambah bahan organik dan pengaplikasian PGPR pada lahan.Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari dan mengetahui komposisi pupuk organik-anorganik yang efektif dan konsentrasi pemberian PGPR yang tepat serta pengaruh interaksi keduanya terhadap per-tumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Bauji. Penelitian dilaksa-nakan di lahan pertanian desa Sumber pancur, kecamatan Kepung kabupaten Kediri Jawa Timur pada bulan Juni sampai Agustus 2017. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi pupuk organik-anorganik yang terdiri dari 3 taraf yaitu0% organik + 100% anorganik, 25% organik + 75% anorganik dan 50% organik + 50% anorganik. Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 5,10  dan 15 ml/l.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan komposisi pupuk organik-anorganik dengan konsentrasi pemberian PGPR pada semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Secara terpisah, perlakuan komposisi pupuk organik-anorganik dan  konsentrasi PGPR mempengaruhi jumlah daun, panjang tanaman, luas daun, jumlah umbi, diameter umbi dan bobot kering umbi. Hasil bobot kering umbi per hektar yang tertinggi diperoleh pada perlakuan komposisi pupuk organik 50% + anorganik 50% yaitusebesar 12,79 ton/ha. Sedangkan pada perlakuan PGPR hasil yang lebih tinggi diperoleh pada konsentrasi 15 ml/l dibanding perlakuan lainnya yaitu sebesar 12,65 ton/ha.
Perbedaan Respon Pertumbuhan Varietas Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) pada Pemberian Pupuk Kalium Fitri, Dian Aida; Armita, Deffi; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1072

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) merupakan komoditas unggulan yang ber-nilai ekonomi tinggi. Tomat masih memer-lukan penanganan serius terutama dalam hal peningkatan pertumbuhan dan produksi. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tomat, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan kegiatan pemu-pukan serta penggunaan varietas yang cocok dengan lahan budidaya. Dalam budidaya tanaman tomat, perlu diperhatikan tentang pemberian nutrisi agar tanaman mampu tumbuh dengan optimal. Unsur Kalium sangat dibutuhkan oleh tanaman tomat untuk mengoptimalkan pertumbuhan serta me-ningkatkan produksi. Buah tomat memiliki berbagai macam varietas lokal maupun impor. Penelitian bertujuan untuk mem-pelajari respon varietas tomat pada dosis pupuk kalium yang berbeda, mempelajari pengaruh perbedaan varietas tomat pada pertumbuhan tanaman tomat dan mempelajari pengaruh pupuk Kalium pada pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian dilaksanakandi desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan April hingga Juni 2017. Penelitian ini menggunakan RAK (Ran-cangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor dan  3 ulangan. Perlakuan pertama meng-gunakan 2 varietas tomat lokal yaitu: V1 (varietas Karina) dan V2 (varietas Mawar). Perlakuan kedua menggunakan pupuk KCl yang terdiri dari 5 taraf dosis yakni: K1 (50 kg.ha-1 K2O), K2 (100 kg.ha-1 K2O), K3 (150 kg.ha-1 K2O), K4 (200 kg.ha-1 K2O) dan K5 (250 kg.ha-1 K2O). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan varietas dengan pemberian pupuk kalium. Akan tetapipada perlakuan varietas memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan pemberian pupuk kalium tidak berpengaruh pada seluruh parameter pengamatan.
Co-Authors A’yun, Lutfi Qurrotun A’yun, Lutfi Qurrotun Achmad, Miftah Faridl Achmad, Miftah Faridl Afthansia, Monika Afthansia, Monika Agni Dhewangga Agus Sugiyatno Agus Suryanto Agus Suryanto Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Aini Nurul Aini, Nurul Ainun Fithriyandini Akbar Prima Utomo Andi Kurniawan Anna Satyana Karyawati Armita, Deffi Armita, Deffi Aruan, Dosmauli Banaty, Oka Ardiana Barunawati, Nunun Bimantara, Dhimas Sigit Bimantara, Dhimas Sigit Burham, Dedi Burham, Dedi Dewi Indah Srirejeki, Dewi Indah Dhewangga, Agni Didik Hariyono Dosmauli Aruan, Dosmauli Dwi Jayanti, Maria Agustina Dwi Putra, Muhammad Fadli Dwi Putra, Muhammad Fadli Eko Widaryanto Farid, Muhammad Farida Yulianti Fithriyandini, Ainun Fitri, Dian Aida Fitri, Dian Aida Gitta Malinda Sembiring Hafizh, Lutfi Taufiqul Hafizh, Lutfi Taufiqul Heddy, Y. B. Suwasono Heddy, Y.B.Suwasono Hermawan, Rifqi Hetik Hetik Hetik, Hetik Iswara, Henrikus Rico Adhi Iswara, Henrikus Rico Adhi Kania, Sheila Rezta Kania, Sheila Rezta Kholifah, Siti Kholivia, Anita Kholivia, Anita Koesriharti Koesriharti Kurniawan, Berry Kurniawan, Berry Latifa, Rio Yanuar Lestari, Nunung Dian Lestari, Nunung Dian Lilis Styaningrum Listyaningtyas, Afifah Endri Listyaningtyas, Afifah Endri Ludihargi, Rachma Jati Ludihargi, Rachma Jati M. Hanafi Eka Prasetya Maskur, A’an Maskur, A’an Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Moctava, Mohammad Aries Mohammad Aries Moctava Mudji Santoso Muhammad Farid Muhammad Putra Ramadhan Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Nawawi, Mochammad Ninuk Herlina Novinda Pratiwi Nugrahani, Ratih Nugrahani, Ratih Nugroho, Dhenys Bagus Nugroho, Dhenys Bagus Nugrohowati, Betty Meiariani Nugrohowati, Betty Meiariani Nunun Barunawati, Nunun Oka Ardiana Banaty, Oka Ardiana Oktafia, Tour Janah Oktafia, Tour Janah Palupi, Hananin Dyah Pandanari, Dika Sri Pandanari, Dika Sri Prasetya, M. Hanafi Eka Prasetya, Reviyan Dwi Prasetyo, Sigit Budi Prasetyo, Sigit Budi Pratiwi, Novinda Pratiwi, Stevani Pratiwi, Stevani Prayoga, Kharisma Marta Prayoga, Kharisma Marta Puspita Sari, Rifa Meri Puspita Sari, Rifa Meri Putri, Mentari Ghatika Rabbani, Muhammad Taufiq Rahmandhias, Deris Trian Ramadhani, Resqi Hapsari Ramadhani, Resqi Hapsari Rifqi Hermawan Rihanna, Sartika Rio Yanuar Latifa, Rio Yanuar Ruwiyatul Maslukah Salsabila, Ghina Zahra Salsabila, Ghina Zahra Santoso, Mudji Sari, Adis Permata Sari, Adis Permata Sartika Rihanna Serawai, Ides Fadhillah Tunjang Sinaga, Fadlan Ansyari Sinaga, Fadlan Ansyari Siregar, Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Siswati, Jiana Budi Siswati, Jiana Budi SITI KHOLIFAH Sri Lestari Purnamaningsih Srirejeki, Dewi Indah Styaningrum, Lilis Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tatik Wardiyati Titiek Islami Uma Khumairoh Uma Khumairoh Utami, Mardianti Utami, Mardianti Utomo, Akbar Prima Utomo, Moh. David Ardianto Utomo, Moh. David Ardianto Widayanti, Risky Widayanti, Risky Y. B. Suwasono Heddy Y.B.Suwasono Heddy Yenni Yenni Yenni, Yenni Yenni, Yenni