Ni Wayan Ardiarani Utami
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Konsep Arsitektur Tradisional Bali dan Prinsip Sustainable Desain (Kasus: Bangunan Pengelola Showcase Mangrove TAHURA Ngurah Rai): Implementation Of Traditional Balinese Architectural Concepts And Sustainable Design Principles (Case: Tahura Ngurah Rai Mangrove Showcase Management Building) Ni Wayan Ardiarani Utami
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.823

Abstract

Ditetapkannya Indonesia sebagai Presidensi G20 untuk tahun 2022, menyebabkan pembangunan untuk acara tersebut dipersiapkan. Penyelenggaran akan dilaksanakan di Provinsi Bali sebagai pusat lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Provinsi Bali sebagai salah satu Provinsi di Indonesia memiliki peraturan terkait dengan Bangunan, yaitu Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2005 mengenai Arsitektur Tradisional Bali. Penerapan Perda ini wajib dilakukan agar Bali tidak kehilangan jati diri akibat adanya kemajuan teknologi dan perkembangan budaya. Salah satu kemajuan teknologi saat ini dapat dilihat dari adanya konsep Suistainability Design. Bangunan Pengelola Showcase Mangrove ini tidak semata-mata dibangun dengan cepat dan bernafaskan Arsitektur Tradisinal Bali tapi juga diharapkan mampu menjadi bangunan yang sustainable karena berada di wilayah ekosistem Mangrove. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Bangunan Pengelola Showcase Mangrove TAHURA Ngurah Rai telah mengimplementasikan Arsitektur Tradisional Bali dan Sustainable Design dalam pelaksanaan pembangunanya.
Cultural Preservation and Architectural Evolution: The Impact of Tourism on Bale Banjar in Kuta Bali Mitha Mahastuti; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja; Ni Wayan Ardiarani Utami
Architectural Research Journal 17-22
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.5.1.2025.17-22

Abstract

This article explores the relationship between tourism and cultural preservation as well as the evolution of bale banjar architecture in Kuta, Bali. In the context of increasing tourist visits, this study analyzes both the positive and negative impacts on traditional architectural structures and local cultural practices. The expansion of the tourism industry in Kuta has had a significant impact on local culture and traditional architecture, particularly on the bale banjar, which generally serves as a symbol of community gathering for the local adat. The study broadly aims to examine how tourism influences cultural preservation and the evolution of bale banjar architecture. The methods used include qualitative analysis through interviews with local residents, direct observations, and literature reviews. The findings reveal that tourism drives changes in the design of bale banjar to attract visitors, but it also poses risks to traditional values. On the one hand, increased attention to local culture has the potential to strengthen preservation efforts, but on the other hand, commercialization can undermine the authenticity of the architecture. These findings highlight the need for sustainable tourism management strategies to maintain a balance between economic development and cultural preservation in Kuta, Bali.