Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PERENCANAAN PRODUKSI APLIKASI BETON GEOPOLYMER DARI FLY ASH DAN BOTTOM ASH BASIS DRY GEOPOLYMER DAN ANALISIS KELAYAKAN: OPTIMIZATION OF PRODUCTION PLANNING AND BUSINESS POTENTIAL ANALYSIS OF FLY ASH AND BOTTOM ASH-BASED GEOPOLYMER CONCRETE Muhammad Faiz Shafiyurrahman
KURVATEK Vol 10 No 1 (2025): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v10i1.5552

Abstract

Dry geopolymer-based concrete from fly ash and bottom ash has been widely developed with the aim of advancing infrastructure to build a sustainable industry from the utilization of such waste. Planning for the construction of a concrete derivative product production business needs to be carried out to optimize the utilization of the budget, warehouse stock, and profit. The derivative products used in this study are paving blocks, adobes, and kanstin with compressive strength standards of 25 MPa, 10 MPa and 30 MPa respectively. Based on the compressive strength standard, the FA:BA ratio of each product is successively 3:1; 1:1; and 1:0 [1]. Therefore, the purpose of this study is to maximize profits by optimization production and raw materials based on calculations simplex linear programming method and conducting business feasibility studies using the SWOT method. Based on the calculation results, the business was focused on paving block products with a total production of 431 pcs/h. with total raw material needs of fly ash 1,199 tons / hour and bottom ash 0,399 tons / hour with a total profit of IDR 172,413. Based on the feasibility test of dry geopolymer concrete products using the SWOT method, it can be said to have great opportunities with its advantages.
Analisis Potensi Terjadinya Korosi Pada Pembakaran Batubara Dan Biomassa Ampas Tebu Dengan Metode Active Oxidation Rate Mellany, Nahemia Sekar; Shofa Rijalul Haq; Muhammad Faiz Shafiyurrahman; Rizki Khoiriah Nasution
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.101464

Abstract

Penilaian terhadap kemungkinan terjadinya korosi pada batubara maupun ampas tebu diarahkan guna mengkaji kecenderungan Cl-induced active oxidation pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan rasio 2S/Cl sebagai parameter penentu utama. Objek pengamatan mencakup batubara sub-bituminus, batubara lignit, serta ampas tebu sebagai sampel uji. Untuk memperoleh komposisi kimia setiap bahan bakarnya, dilaksanakan serangkaian analisis yang meliputi proksimat, ultimat, dan X-Ray Fluorescence (XRF) yang dipergunakan untuk mengukur kandungan sulfur (S) dan klorin (Cl) sebagai dasar perhitungan rasio 2S/Cl. Dari hasil analisis tersebut diperoleh nilai 2S/Cl sebesar 35,06 pada batubara sub-bituminus (minor corrosion), 3,12 pada batubara lignit (medium corrosion), dan 1,26 pada ampas tebu (major corrosion). Data tersebut menegaskan bahwasanya ampas tebu ada pada tingkatan kerentanan korosi paling tinggi karena dominasi klorin yang tidak diimbangi oleh sulfur yang berfungsi sebagai pembentuk lapisan pelindung sulfat. Pengimplementasian co-firing dengan proporsi biomassa ≤5% terbukti mampu menjaga kestabilan kinerja termal, mengurangi emisi gas buang, serta membatasi perkembangan korosi. Kondisi tersebut menegaskan bahwa ampas tebu masih layak dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bersama batubara karena didukung karakteristik termal maupun kandungan volatil yang dimilikinya. Dalam hal tersebut, pengendalian korosi dapat dilaksanakan dengan efektif melalui pengaturan proporsi campuran bahan bakar maupun pengimplementasian perlakuan awal, yakni water leaching, sehingga efisiensi pembakaran mampu ditingkatkan sekaligus mendukung pengembangan energi yang lebih bersih maupun berkelanjutan di PLTU di Indonesia.