Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSPEKTIF HUKUM ADMINISTRASI TERHADAP BUDAYA ORGANISASI DALAM PEMBANGUNAN HUKUM Suwandi, Anjani Firna; Arifa Yanti, Rulla Ayu; Indah Librianti, Eka Octalia
Siyasah Vol. 4 No. 2 (2024): Siyasah Jurnal Hukum Tata Negara
Publisher : IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/z23bzw30

Abstract

Abstrak Peran perspektif hukum administrasi terhadap budaya organisasi dalam mendukung pembangunan hukum di Indonesia. Budaya organisasi yang kuat dipandang sebagai kunci dalam mengoptimalkan fungsi hukum sebagai instrumen pembaharuan sosial. Hal ini memungkinkan sistem hukum beradaptasi dengan perubahan sosial yang cepat dan beragam, yang penting bagi pembangunan hukum yang responsif dan berkeadilan. Perspektif hukum administrasi difokuskan pada upaya menjaga keseimbangan antara kekuasaan pemerintah dan perlindungan hak-hak individu melalui struktur hukum yang transparan, adil, dan efisien. Dalam konteks ini, pembentukan budaya hukum yang adaptif menjadi syarat mendasar untuk mencapai tata kelola yang baik, mendukung kepastian hukum, serta membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.      
DEVELOPMENT OF PODCAST-BASED TEACHING MATERIALS FOR STUDENTS OF THE ISLAMIC COMMUNICATION AND BROADCASTING STUDY PROGRAM AT IAIN METRO indah librianti, eka octalia
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2025): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/4w4dte40

Abstract

This study aims to develop podcast-based teaching materials as an innovative digital learning media for students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program (KPI) at IAIN Metro. The background of this study is based on the low utilization of interactive digital media in the learning process and the absence of the use of podcasts as a means of two-way communication between lecturers and students. The research method used is Research and Development (R&D) with a development model that includes the planning stage, product design, design validation, product revision, field trials, as well as dissemination and implementation. The product developed is educational podcast content resulting from a collaboration between Shawtuna FM Radio and the Spotify application, with learning themes from several courses such as Introduction to Communication Science, Political Communication, Journalistic Photography, and Master of Ceremony. The validation results showed a very high level of feasibility, with a percentage of assessments from material experts of 86.6% and media experts of 89.8%. Field trials on 37 students resulted in an average feasibility of 87.7% with the category of "very feasible". Podcasts have proven effective in increasing students' understanding of lecture materials and creating interactive, flexible, and engaging learning. This research confirms that podcasts can be an innovative alternative to support the digitalization of learning in Islamic religious universities.
Deepfake Dalam Komunikasi Politik: Tantangan Etika dan Aspek Hukum Dalam Era Artificial Intelligence Indah Librianti, Eka Octalia
Siyasah Vol. 5 No. 2 (2025): Siyasah Jurnal Hukum Tata Negara
Publisher : UIN Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/qwgf6t34

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menghadirkan fenomena deepfake sebagai salah satu inovasi digital yang paling disruptif dalam komunikasi politik. Deepfake, yakni manipulasi audio-visual berbasis algoritma deep learning dan Generative Adversarial Networks (GANs), memiliki kemampuan menghasilkan konten yang sangat realistis sehingga sulit dibedakan dari materi asli. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena deepfake dalam komunikasi politik Indonesia, menguraikan tantangan etika yang ditimbulkannya, serta mengevaluasi aspek hukum yang mengatur penggunaannya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis dan analisis wacana, penelitian ini memadukan studi literatur, analisis regulasi, dan penelaahan kasus nasional maupun global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deepfake berpotensi mengganggu integritas pemilu, memperkuat disinformasi, memanipulasi perilaku pemilih, serta mengikis kepercayaan publik terhadap institusi politik dan media. Dari sisi etika, deepfake melanggar prinsip kejujuran, transparansi, dan integritas politik, sehingga mengancam kualitas diskursus publik. Analisis hukum memperlihatkan bahwa Indonesia belum memiliki regulasi khusus terkait deepfake; penegakan hukum masih bertumpu pada pasal-pasal umum dalam UU ITE, KUHP, dan UU Perlindungan Data Pribadi, sehingga menimbulkan celah hukum dan ketidakpastian normatif. Dibandingkan dengan beberapa negara lain, Indonesia tertinggal dalam pengaturan khusus deepfake, baik dalam konteks pemilu maupun perlindungan data. Penelitian ini menegaskan perlunya pembaruan regulasi, mekanisme verifikasi konten digital, dan penguatan literasi digital publik guna mencegah penyalahgunaan deepfake di ruang politik Indonesia.