Penyakit parkinson adalah gangguan pada neurodegeneratif yang ditandai dengan hilangnya progresif neuron dopaminergik otak tengah di Substansia Nigra Pars compacta (SNpc). Pencegahan penyakit Parkinson dapat dilakukan dengan enzim inhibitor MAO-B. Senyawa flavonoid dan polifenolik telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antiparkinson melalui penghambatan MAO-B. Salah satu tanaman endemik Indonesia, Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) diketahui memiliki komponen senyawa flavonoid dan polifenolik. Tujuan: Untuk mengeksplorasi potensi ekstrak etanol Bajakah Tampala yang kaya flavonoid dan polifenolik sebagai inhibitor MAO melalui studi in silico. Metode: Uji in silico terdiri dari evaluasi Lipinski dan studi farmakokinetik (ADMET) menggunakan program pkCSM, dan uji molekular docking terhadap 15 senyawa flavonoid dan polifenolik dari data HRMS ekstrak etanol kayu Bajakah Tampala pada enzim inhibitor MAO-B (kode PDB: 2V5Z) menggunakan Software Autodock 4.2. Hasil: Berdasarkan prediksi studi profil farmakokinetik maupun hasil evaluasi Lipinski Rule of Five senyawa yang terkandung didalam tanaman Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) memiliki profil farmakokinetik yang cukup baik dan memenuhi kriteria dari evaluasi Lipinski Rule of Five, dan memiliki afinitas yang baik untuk validasi docking molekuler. Lima belas senyawa aktif flavonoid ekstrak etanol 70% memiliki potensi menghambat enzim MAO-B dengan binding energy berkisar antara -8,34 hingga -10,28 kcal/mol. Sedangkan native ligan safinamide memiliki binding energi -9,78 Kcal/mol. Kesimpulan: Senyawa tanaman Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi dapat dikembangkan menjadi senyawa obat, dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut secara in vitro dan in vivo sebagai obat antiparkinson.