Latar Belakang: Intervensi antenatal yang diadaptasi secara kultural terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan luaran kesehatan maternal, khususnya pada populasi Muslim yang menempatkan nilai religius sebagai pijakan utama dalam pengambilan keputusan kesehatan. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai model perawatan antenatal berbasis Islam yang diadaptasi secara kultural dan efektivitasnya dalam meningkatkan perilaku pengasuhan prenatal serta keterikatan ibu-janin. Metode: Penelusuran komprehensif dilakukan melalui basis data PubMed, PsycINFO, dan Google Scholar dengan rentang publikasi 2021–2026. Studi ini mengkaji intervensi antenatal berbasis Islam, pencapaian peran maternal, atau keterikatan ibu-janin pada populasi Muslim. Metodologi tinjauan sistematis mengikuti panduan PRISMA. Hasil: Dua puluh studi kuantitatif diidentifikasi dan dianalisis dari berbagai desain penelitian. Studi-studi tersebut secara konsisten menunjukkan luaran positif pada efikasi diri maternal, keterikatan prenatal, dan kepatuhan terhadap rekomendasi perawatan antenatal ketika prinsip-prinsip Islam diintegrasikan ke dalam layanan. Integrasi kerangka religius terbukti efektif dalam memperkuat mekanisme koping spiritual dan mereduksi kecemasan maternal. Simpulan: Bukti ilmiah mendukung integrasi prinsip Islam ke dalam model perawatan antenatal sebagai pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan keterikatan ibu-janin serta perilaku pengasuhan prenatal. Penelitian lebih lanjut dengan protokol terstandarisasi dan evaluasi luaran jangka panjang sangat diperlukan. Kata Kunci: Perawatan antenatal Islami, keterikatan ibu-janin, adaptasi kultural, perawatan prenatal, kerangka religius, pencapaian peran maternal