Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Prokrastinasi Akademik dan Efikasi Diri dengan Perilaku Plagiarisme Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala tunnajah, Safina; Desfandi, Mirza; Ruliani, Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v8i2.28055

Abstract

Plagiarisme merupakan mengambil karya atau pendapat orang lain dan menjadikan hasil pemikiran tersebut atas nama dirinya sendiri. Mahasiswa seringkali menempuh cara yang tidak baik atau bahkan menyimpang untuk mencapai keberhasilan dibidang akademik. Dimana mahasiswa cenderungan untuk menunda dalam mengerjakan tugas perkuliahan dan menyalin informasi dari karya ilmiah orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dan efikasi diri dengan perilaku plagiarisme pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala angkatan 2017 dan 2018 yang berjumlah 97 orang. Sampel yang diambil yaitu semua anggota populasi yaitu 97 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu angket. Teknik analisis data menggunakan regresi ganda, korelasi ganda, koefisien determinasi, dan uji signifikansi. Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa hubungan antara prokrastinasi akademik dan efikasi diri dengan perilaku plagiarisme diperoleh persamaan regresi ganda Y= 0,43+0,43X1+0,49 X2 dapat diartikan kedua variabel bebas memberikan pengaruh positif terhadap variabel terikat. Koefisien korelasi prokrastinasi akademik dengan perilaku plagiarisme sebesar 0,19 (sangat lemah), nilai koefisien korelasi efikasi diri dengan perillaku plagiarisme 0,05 (sangat lemah), korelasi prokrastinasi akademik dan efikasi diri dengan perilaku plagiarisme sebesar 0,19 (sangat lemah), korelasi prokrastinasi akademik dengan efikasi diri 0,12 (sangat lemah), dan koefisien determinasi (R2) = 3,6%. Hasil uji signifikansi menunjukkan Fhitung (1,8) Ftabel (3,09) pada taraf signifikansi 5% sehingga terima H0 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dan efikasi diri dengan perilaku plagiarisme pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala.Kata kunci: Prokrastinasi Akademik, Efikasi Diri, Perilaku Plagiarisme
BENTURAN NILAI GENERASI Z DAN GURU: TENTANG PERGESERAN AKHLAK DALAM INTERAKSI KELAS DI KELAS IX MADRASAH TSANAWIYAH AL-MUNAWWARAH KOTA JAMBI Tunnajah, Safina; Saputra, Edi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42682

Abstract

This study examines the clash of values ​​between Generation Z students and teachers and its implications for moral shifts in classroom interactions at MTs Al-Munawwarah, Jambi City. Using a qualitative approach with ethnographic methods, this study involved the principal, Akidah Akhlak teachers, and ninth-grade students as research subjects. Data collection was conducted through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that value clashes occurred in four main forms: differences in communication and attitude expression, differences in the meaning of politeness and etiquette, tensions in classroom discipline and management, and the influence of digital culture and the social environment. Teachers interpreted changes in student behavior as a moral shift characterized by a weakening of sensitivity to interaction ethics, a decrease in the ability to position oneself, and a shift in standards of politeness from formal-hierarchical to casual-egalitarian. In responding to value clashes, teachers developed persuasive and communicative approaches, implemented reward and punishment systems, responded firmly to maintain order, and instilled values ​​through role models and habits. This research contributes to understanding the dynamics of character education in the digital era and offers recommendations for developing educational policies that are adaptive to the characteristics of Generation Z.