Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Likuiditas, Laverage, dan Komisaris Independen Terhadap Efective Tax Rate (Studi Pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2019) Purwanti, Desi; Ruliani, Ruliani; Novita, Intan
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 10, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Department of Accounting, Faculty of Economics & Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jak.v10i1.5912

Abstract

Effective tax rate is one way for companies to avoid taxes by comparing the tax burden with total net income. This study aims to examine and analyze the effect of liquidity, leverage, and independent commissioners on the effective tax rate. This study is quantitative research by applying secondary data, namely financial statements. The population consists of mining corporations listed on the Indonesian Stock Exchange for the period 2015-2019. The sample is determined using a teleological sampling method and then generated 70 data observations or 14 companies over a five-year research period. The technique for analyzing data through multiple linear regression. The results demonstrated that liquidity affected the effective tax rate, that leverage did not affect the effective tax rate, and that independent commissioners did not affect the effective tax rate.
The Role of Teachers in Building Character Caring for the Environment for Students of SMPIT Nurul Fikri Boarding School Aceh Ruliani, Ruliani; Abdi, Abdul Wahab; Gadeng, Ahmad Nubli
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 32, No 1 (2023): : JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial): June 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v32i1.53372

Abstract

Teachers have an important role in shaping the character of students. So the purpose of this study is to (1) determine the role of teachers in building character, (2) determine the level of environmental care for students. This study uses a quantitative descriptive method. The entire research population was 25 teachers and 267 students in grades VII-IX. Sampling with random sampling technique. Data were collected by distributing questionnaires to respondents. Data were analyzed by descriptive statistical percentage formula. The results of data processing obtained: from 25 teachers, it is known that 2 respondents (8%) in very high category, 6 respondents (24%) in high category, 12 respondents (48%) in medium category, 1 respondent (4%) in low category, and 4 respondents (16%) are very low, so that the teacher's role in the formation of environmental character is the largest in the category. (2) Of the 50 students, 6 respondents (12%) were in the very high category, 7 respondents (14%) were in the high category, 22 respondents (44%) were in the medium category, 12 respondents (24%) were in the low category, and 3 respondents (6%) ) ) category is very low, so that the main environmental care level is in the medium category.
Knowledge Levels of Generation Z on Aceh Community's Local Wisdom in Disaster Mitigation Gadeng, Ahmad Nubli; Desfandi, Mirza; Ridha, Syahrul; Ruliani, Ruliani; Shafida, Maya
International Journal of Disaster Management Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : TDMRC, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/ijdm.v7i2.37242

Abstract

The aim of this study is to determine the knowledge level of Generation Z regarding the local wisdom of the Aceh community in disaster mitigation. A descriptive quantitative method was used, with students from Syiah Kuala University representing Generation Z as the sample. Data were collected using a true/false test administered to the students. The data were then analyzed using statistical formulas, with knowledge levels classified into high, medium, and low categories. The results showed that, for each aspect of Acehs local wisdom in disaster mitigation, the students' knowledge level was below 20% (58 respondents). Out of a total of 288 respondents, only 17% (49 students) exhibited a high level of knowledge, 19% (55 students) a low level, and 64% (184 students) a medium level regarding the local wisdom of the Aceh community for disaster mitigation. In conclusion, the study suggests that Aceh's local wisdom for disaster mitigation may be at risk of fading among future generations. Thus, there is a need for serious efforts from both the government and the Aceh community to socialize and internalize this local wisdom among the younger generation.
PENGARUH RUMOH ACEH SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MITIGASI BENCANA PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Depa, Merda Sri; Desfandi, Mirza; Ruliani, Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.36282

Abstract

Aceh salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kerawanan bencana yang tinggi. Bencana alam yang sering terjadi membuat masyarakat Aceh memiliki kearifan lokal yang mengajarkan masyarakat siap siaga menghadapi bencana. Salah satu kearifan lokal masyarakat Aceh yang siap siaga dalam menghadapi bencana alam yaitu Rumoh Aceh. Rumusan masalah dalam peneltian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan pemanfaatan Rumoh Aceh sebagai sumber belajar untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Pengaruh yang signifikan pemanfaatan Rumoh Aceh sebagai sumber belajar untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimental design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 62 siswa dengan teknik pengambilan sampel sampling total. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis menggunakan rumus uji-t. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan bahwa hasil uji-t diperoleh nilai thitung 4,67 ttabel 1,67 yang berarti Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Outdoor Study berbantuan media Rumoh Aceh lebih baik dibandingkan dengan hasilbelajar siswa yang diajarkan dengan konvensional tanpa menggunakan model Outdoor Study pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Kata Kunci: Pembelajaran Outdoor Study, Rumoh Aceh, Mitigasi Bencana
Persepsi Masyarakat Terhadap adanya Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit PT. Seuramoe Agro Persada Di Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Badawi, Rahmat; Ruliani, Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap dampak adanya pembangunan pabrik kelapa sawit PT. Seuramoe Agro Persada bagi kehidupan masyarakat dilihat dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendapatkan informasi secara objektif dan menjelaskannya secara deskriptif. Data pada penelitian ini diperoleh dari teknik pengumpulan data melalui observasi, pencarian literatur seperti buku ataupun sumber dari internet, dan dengan menyebarkan angket kepada subjek. Subjek penelitian ini adalah 20 orang yang termasuk di dalamnya terdapat beberapa pegawai pabrik, para petani, dan masyarakat setempat sebagai sampel. Hasilnya adalah keberadaan pabrik ini sangat berdampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, dengan adanya pabrik ini juga memperluas lapangan kerja sehingga masyarakat bisa bekerja sebagai pegawai pabrik yang mempengaruhi keadaan ekonomi nya menjadi lebih baik. Kemudian dengan adanya pabrik juga berdampak bagi lingkungan masyarakat sekitar yaitu, warga diuntungkan karena tandan kosong yang dihasilkan dapat menyuburkan lahan. Setelah itu, warga juga merasa bahwa dengan adanya pabrik ini membuat aliran sungai menjadi tercemar dan bau tak sedap yang dihasilkan oleh adanya pabrik kelapa sawit. Kesimpulannya adalah menurut persepsi masyarakat, pabrik kelapa sawit tidak hanya memiliki dampak positif tetapi juga memiliki dampak negatif bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.Kata kunci: Persepsi masyarakat, Pabrik kelapa sawit, Dampak positif, Dampak negatif.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KELESTARIAN RUMAH ACEH PIDIE Bella, Salsal; Ruliani, Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33426

Abstract

Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan budaya yang sangat banyak dan salah satunya yaitu Rumah Adat. Aceh memiliki rumah adat yang disebut Rumoh Aceh. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana Persepsi Masyarakat Reului Busu Terhadap Pelestarian Rumoh Aceh. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden menggunakan kusioner yang telah disiapkan dan Data sekunder yang diperoleh dari desa Reului Busu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mempertahankan keberadaan rumah aceh yang berbahan dasar kayu karena berbagai faktor, yaitu: budaya, warisan, bahan baku, kondisi ekonomi masyarakat, pengetahuan masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Pemerintah perlu membuat peraturan daerah untuk mempertahankan keberadaan rumah aceh yang tersisa dan memberikan subsidi kepada masyarakat untuk merawatnya agar tetap lestari.
PERAN MAHOUT (PAWANG GAJAH) TERHADAP KELESTARIAN GAJAH DI CRU SAMPOINIET, KECAMATAN SAMPOINIET, ACEH JAYA Humaira, Cut Annisa Zahra; Ruliani, Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33424

Abstract

Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) termasuk dalam ordo Proboscidea yang terancam punah. Penurunan gajah di Aceh khususnya di Kecamatan Sampoiniet terus terjadi karena adanya interaksi negatif antara gajah dengan masyarakat sehingga menyebabkan gajah terbunuh. Selain menjaga gajah yang ada di tempat konservasi, mahout juga bertugas untuk meredam konflik antara masyarakat dengan gajah liar. CRU atau Consersation Response Unit merupakan pusat konservasi hewan liar yang tidak hanya mengurus gajah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada metode observasi dengan datang langsung ke CRU sampoiniet. melakukan wawancara dengan pihak CRU dan Mahout serta ranger yang bertugas untuk kawasan tersebut. Penanganan jika terjadi interaksi negatif dengan cara menggiring gajah kembali kehutan lalu tidak terjadinya kontak dengan masyarakat sehingga tidak terjadi interaksi negatif. Jika ada gajah liar yang mengganggu lalu pihak CRU merespon setidaknya ada respon 50% masalah bisa teratasi. CRU Sampoiniet akan mengupayakan penduduk tidak menanam tanaman yang disukai gajah yang berada di home range habitat gajah.
PERANAN INDUSTRI KERIPIK SAREE DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI SAREE, KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH, ACEH BESAR (Studi Kasus Tahun 2023) Julifa, Nadia; Ruliani, Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33415

Abstract

Saree merupakan salah satu desa yang terdapat di kecamatan Lembah Seulawah, Aceh besar. Sebagian besar masyarakat Saree bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Hasil dari pertanian dan perkebunan tersebut diantaranya yaitu Singkong dan Ubi serta pisang yang diolah menjadi keripik. Metode yang digunakan adalah kualitatif yaitu suatu cara yang lebih fokus kepada analisa dan pengamatan fenomena. Usaha keripik saree dijalankan oleh keluarga sendiri. Keuntungan bersih yang didapatkan oleh para pemilik usaha keripik Saree setelah dikurangkan dengan modal perharinya dan gaji para tenaga kerja berjumlah Rp. 3.000.000,- sampai dengan Rp.10.000.000,-/bulan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari penjualan keripik selama satu bulan dapat memenuhi pendapatan keluarga para pengusaha keripik. Para penjual sangat berharap pemerintah lebih peduli dan memikirkan solusi agar usaha keripik Saree supaya industri keripik Saree bisa lebih baik, berkembang ke arah yang lebih maju dan jaya sehingga walaupun dengan adanya pembangunan jalan tol tidak akan membuat industri keripik Saree hilang.Kata kunci: Industri Rumah Tangga, Usaha, Keripik, Saree.
ANALISI SWOT TERHADAP PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA PENGOLAHAN PALA di KECAMATAN TAPAKTUAN, KABUPATEN ACEH SELATAN. Sari, Naufi Mulia; Ruliani, Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33401

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan tanaman rempah. Provinsi Aceh merupakan salah satu sentra penghasil pala, produksi terbesarnya adalah di Kabupaten Aceh Selatan. Sejumlah pengusaha olahan produk minyak pala di Aceh Selatan mengaku mengalami kerugian besar beberapa tahun terakhir, kaerna bahan baku yang sangat terbatas mengakibatkan produksi yang minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan industri rumah tangga pengolahan pala di kecamatan Tapaktuan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan industri rumah tangga pengolahan pala di Tapaktuan sangat berpeluang untuk dikembangkan bahkan menjadikan Tapaktuan sebagai pusat industri pengolahan pala di Aceh. Hal tersebut disebabkan kelebihan wilayah Tapaktuan sebagai wilayah penghasil pala dan permintaan pasar terhadap produk olahan pala yang tergolong tinggi. Produsen olahan pala juga dapat berpeluang untuk menjangkau pasar global/ekspor mengingat permintaan expor yang juga tinggi. Hambatan yang dialami diantaranya penyediaan bahan baku yang tidak konsisten dalam memenuhi permintaan produksi, hingga kurangnya bantuan modal dari pemerintah. Hal tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah dalam pengambilan tindakan seperti pemberdayaan petani pala, pelaku industri dan penyediaan pasar agar industri pengolahan pala dapat terus berkembang dan eksis sebagai produk olahan khas dari daerahAceh Selatan.
MITOS ATAU FAKTA LARANGAN MEMBAWA PAYUNG KE SAWAH DI GAMPONG DAYAH BLUEK KECAMATAN MEURAH MULIA KABUPATEN ACEH UTARA? Purnama Sari, Puja; Azis, Daska; Ruliani, Ruliani; Nubli Gadeng, Ahmad; Zahara, Amelia
DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Demography, Etnography and Social Transformation
Publisher : LPPM UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/skzymh84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mitos larangan membawa payung ke sawah di Gampong Dayah Bluek Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara. Penelitian dilakukan di bulan Februari 2025 sampai bulan April 2025, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa larangan membawa payung ke sawah sudah ada sejak zaman nenek moyang, larangan tersebut dianggap sangat penting dan telah diturunkan dari generasi ke generasi. Dampak negatif dari larangan tersebut adalah hasil panen sedikit dari hasil panen biasanya, padi akan terkena penyakit penyakit merah (padi akan berwarna merah), dan padi akan dimakan tikus. Dampak dari larangan tersebut sangat besar untuk masyarakat, tidak hanya bagi si pelanggar melainkan untuk seluruh sawah yang ada di daerah tersebut. Nilai moral yang terdapat dalam larangan membawa payung ke sawah yaitu menghargai sesama manusia dan peduli nasib orang lain.