Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Likuiditas, Laverage, dan Komisaris Independen Terhadap Efective Tax Rate (Studi Pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2019) Purwanti, Desi; Ruliani, Ruliani; Novita, Intan
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 10, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Department of Accounting, Faculty of Economics & Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jak.v10i1.5912

Abstract

Effective tax rate is one way for companies to avoid taxes by comparing the tax burden with total net income. This study aims to examine and analyze the effect of liquidity, leverage, and independent commissioners on the effective tax rate. This study is quantitative research by applying secondary data, namely financial statements. The population consists of mining corporations listed on the Indonesian Stock Exchange for the period 2015-2019. The sample is determined using a teleological sampling method and then generated 70 data observations or 14 companies over a five-year research period. The technique for analyzing data through multiple linear regression. The results demonstrated that liquidity affected the effective tax rate, that leverage did not affect the effective tax rate, and that independent commissioners did not affect the effective tax rate.
The Role of Teachers in Building Character Caring for the Environment for Students of SMPIT Nurul Fikri Boarding School Aceh Ruliani, Ruliani; Abdi, Abdul Wahab; Gadeng, Ahmad Nubli
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 32, No 1 (2023): : JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial): June 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v32i1.53372

Abstract

Teachers have an important role in shaping the character of students. So the purpose of this study is to (1) determine the role of teachers in building character, (2) determine the level of environmental care for students. This study uses a quantitative descriptive method. The entire research population was 25 teachers and 267 students in grades VII-IX. Sampling with random sampling technique. Data were collected by distributing questionnaires to respondents. Data were analyzed by descriptive statistical percentage formula. The results of data processing obtained: from 25 teachers, it is known that 2 respondents (8%) in very high category, 6 respondents (24%) in high category, 12 respondents (48%) in medium category, 1 respondent (4%) in low category, and 4 respondents (16%) are very low, so that the teacher's role in the formation of environmental character is the largest in the category. (2) Of the 50 students, 6 respondents (12%) were in the very high category, 7 respondents (14%) were in the high category, 22 respondents (44%) were in the medium category, 12 respondents (24%) were in the low category, and 3 respondents (6%) ) ) category is very low, so that the main environmental care level is in the medium category.
Knowledge Levels of Generation Z on Aceh Community's Local Wisdom in Disaster Mitigation Gadeng, Ahmad Nubli; Desfandi, Mirza; Ridha, Syahrul; Ruliani, Ruliani; Shafida, Maya
International Journal of Disaster Management Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : TDMRC, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/ijdm.v7i2.37242

Abstract

The aim of this study is to determine the knowledge level of Generation Z regarding the local wisdom of the Aceh community in disaster mitigation. A descriptive quantitative method was used, with students from Syiah Kuala University representing Generation Z as the sample. Data were collected using a true/false test administered to the students. The data were then analyzed using statistical formulas, with knowledge levels classified into high, medium, and low categories. The results showed that, for each aspect of Acehs local wisdom in disaster mitigation, the students' knowledge level was below 20% (58 respondents). Out of a total of 288 respondents, only 17% (49 students) exhibited a high level of knowledge, 19% (55 students) a low level, and 64% (184 students) a medium level regarding the local wisdom of the Aceh community for disaster mitigation. In conclusion, the study suggests that Aceh's local wisdom for disaster mitigation may be at risk of fading among future generations. Thus, there is a need for serious efforts from both the government and the Aceh community to socialize and internalize this local wisdom among the younger generation.
PENGARUH RUMOH ACEH SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MITIGASI BENCANA PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Depa, Merda Sri; Desfandi, Mirza; Ruliani, Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.36282

Abstract

Aceh salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kerawanan bencana yang tinggi. Bencana alam yang sering terjadi membuat masyarakat Aceh memiliki kearifan lokal yang mengajarkan masyarakat siap siaga menghadapi bencana. Salah satu kearifan lokal masyarakat Aceh yang siap siaga dalam menghadapi bencana alam yaitu Rumoh Aceh. Rumusan masalah dalam peneltian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan pemanfaatan Rumoh Aceh sebagai sumber belajar untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Pengaruh yang signifikan pemanfaatan Rumoh Aceh sebagai sumber belajar untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimental design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 62 siswa dengan teknik pengambilan sampel sampling total. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis menggunakan rumus uji-t. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan bahwa hasil uji-t diperoleh nilai thitung 4,67 ttabel 1,67 yang berarti Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Outdoor Study berbantuan media Rumoh Aceh lebih baik dibandingkan dengan hasilbelajar siswa yang diajarkan dengan konvensional tanpa menggunakan model Outdoor Study pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Kata Kunci: Pembelajaran Outdoor Study, Rumoh Aceh, Mitigasi Bencana
MITOS ATAU FAKTA LARANGAN MEMBAWA PAYUNG KE SAWAH DI GAMPONG DAYAH BLUEK KECAMATAN MEURAH MULIA KABUPATEN ACEH UTARA? Purnama Sari, Puja; Azis, Daska; Ruliani, Ruliani; Nubli Gadeng, Ahmad; Zahara, Amelia
DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Demography, Etnography and Social Transformation
Publisher : LPPM UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/skzymh84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mitos larangan membawa payung ke sawah di Gampong Dayah Bluek Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara. Penelitian dilakukan di bulan Februari 2025 sampai bulan April 2025, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa larangan membawa payung ke sawah sudah ada sejak zaman nenek moyang, larangan tersebut dianggap sangat penting dan telah diturunkan dari generasi ke generasi. Dampak negatif dari larangan tersebut adalah hasil panen sedikit dari hasil panen biasanya, padi akan terkena penyakit penyakit merah (padi akan berwarna merah), dan padi akan dimakan tikus. Dampak dari larangan tersebut sangat besar untuk masyarakat, tidak hanya bagi si pelanggar melainkan untuk seluruh sawah yang ada di daerah tersebut. Nilai moral yang terdapat dalam larangan membawa payung ke sawah yaitu menghargai sesama manusia dan peduli nasib orang lain.
NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM MAKANAN KHAS DAYAK-DAYAK  DI MASYARAKAT GAMPONG BATEE MEUCANANG KECAMATAN LABUHANHAJI BARAT KABUPATEN ACEH SELATAN Nabila, Widia; Azis, Daska; Ruliani, Ruliani; Nubli Gadeng, Ahmad; Furqan, M. Hafizul; Fitria, Ade
DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Demography, Etnography and Social Transformation
Publisher : LPPM UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/7bsnj333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam makanan khas dayak-dayak pada masyarakat Gampong Batee Meucanang, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan. Dayak-dayak merupakan makanan tradisional warisan leluhur yang memiliki nilai budaya kuat dan hingga kini masih dilestarikan, terutama dalam ritual kematian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dayak-dayak tidak hanya berfungsi sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap orang yang telah meninggal, khususnya dalam tradisi memasaknya pada hari ketiga setelah pemakaman. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam makanan ini meliputi nilai kebersamaan, kehormatan, dan kepedulian, yang tercermin dalam partisipasi aktif masyarakat, terutama kaum perempuan, dalam proses pembuatannya. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam kajian antropologi budaya dan pelestarian warisan budaya tak benda, serta menjadi rujukan penting dalam memahami dinamika nilai sosial dalam praktik kuliner masyarakat lokal.  
Penanaman Mangrove: Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan di Peukan Bada Aceh Besar Gadeng, Ahmad Nubli; Azis, Daska; Desfandi, Mirza; Fitria, Ade; Furqan, Muhammad Hafizul; Ruliani, Ruliani; Zahara, Amelia; Al-Farisi, Muhammad; Ramli, Ramli
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Catimore: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56921/cpkm.v4i2.321

Abstract

The mangrove ecosystem plays a vital role in maintaining coastal environmental balance and supporting the socio-economic life of local communities. However, mangrove degradation due to illegal logging, land conversion, and global climate change remains a serious issue in Indonesia. This community service aimed to describe the benefits of mangroves and the implementation of conservation activities through mangrove education and planting in Peukan Bada, Aceh Besar. The method used was descriptive qualitative with literature study and field observation, involving students and lecturers of Geography Education FKIP Syiah Kuala University and local community members. The results showed that education and mangrove planting increased participants’ understanding of the ecological and economic functions of mangroves, fostered environmental awareness, and supported the restoration of degraded coastal ecosystems. This activity also built collaboration between universities and local communities in achieving sustainable mangrove conservation.
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN PADA SISWA SEKOLAH MTsN 2 ACEH BESAR Putra, Isvandi; Ruliani, Ruliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i2.32429

Abstract

Menjaga lingkungan tak hanya menjadi peran individu saja, sekolah juga memiliki peran yang sangat penting selaku salah satu elemen dari masyarakat yang berfungsi sebagai sarana edukasi dan sekolah juga diharapkan mampu membangkitkan kepekaan generasi muda dalam menjaga lingkungan. Demi menciptakan wawasan masyarakat mengenai kesadaran lingkungan ini, Menteri Lingkungan Hidup mengeluarkan Program Adiwiyata di berbagai lembaga salah satunya di lingkungan sekolah. Program Adiwiyata ini merupakan program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Rumusan penelitian dalam penelitian ini ialah bagaimana implementasi program adiwiyata di MTsN 2 Aceh? dan Bagaimana Perilaku Ramah Lingkungan pada siswa MTsN 2 Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program adiwiyata di sekolah MTsN 2 Aceh Besar dan menganalisis bagaimana perilaku ramah lingkungan pada siswa di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini ialah 670 siswa dan 67 guru dengan mengambil sampel sebanyak 67 siswa dan 6 responden guru menggunakan Teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner yang dibagikan kepada 6 responden guru untuk melihat implementasi program adiwiyata di MTsN 2 Aceh Besar dan kepada 67 responden siswa untuk melihat perilaku ramah lingkungan pada siswa. Perhitungan hasil angket kuesioner dihitung menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) implementasi program adiwiyata di MTsN 2 Aceh Besar sudah diimplementasi dengan baik namun belum optimal yang dibuktikan oleh 50% responden (2) perilaku ramah lingkungan pada siswa di sekolah yaitu berada pada kategori tinggi dengan persentase 43,28% berada pada ketegori tinggi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY BERBANTUAN E-MODUL TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Hidayati, Sulfida; Azis, Daska; Ruliani, Ruliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i4.28564

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum provides flexibility and autonomy in the learning process, allowing students to engage actively based on their potential and characteristics. One effective strategy to support this approach is the use of an appropriate learning model, such as Guided Inquiry assisted by an E-Module. This study aims to determine the effect of using the Guided Inquiry learning model assisted by an E-Module on the geography learning outcomes of grade X social studies students at SMA Negeri 7 Banda Aceh. The research applied a Quasi-Experimental Design with a quantitative approach. The population consisted of all tenth-grade students, and the sample was selected using purposive sampling. Data were collected through pre-tests and post-tests administered to students, and the data were analyzed using a t-test. The results revealed that the t-count value (2.13) was greater than the t-table value (1.72) at a significance level of 0.05 with degrees of freedom (df) = 70. Thus, the null hypothesis (H) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. These findings indicate that there is a significant influence of the Guided Inquiry learning model assisted by an E-Module on students' learning outcomes. This model successfully fosters an active, interactive, and engaging learning environment and helps students gain a deeper and more contextual understanding of geographic concepts.Penerapan Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam proses pembelajaran, di mana siswa didorong untuk aktif, kreatif, serta belajar sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Dalam rangka menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa, pemilihan model pembelajaran yang tepat menjadi sangat penting. Salah satu model pembelajaran yang efektif adalah Guided Inquiry yang dibantu dengan penggunaan E-Modul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Guided Inquiry berbantuan E-Modul terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X IPS di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di sekolah tersebut, dan pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Data dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui signifikansi pengaruh model pembelajaran yang diterapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,13 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,72 pada taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) = 70. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Guided Inquiry berbantuan E-Modul terhadap hasil belajar siswa. Model ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep geografi serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.
PEMBINAAN KAMPANYE SOSIAL MELALUI PROGRAM A BETTER WORLD ACADEMY SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN TERHADAP SESAMA DI MASA PANDEMI COVID-19 Afiyah, Nurul; Ruliani, Ruliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i4.24636

Abstract

The Intership dan Certified Independent Study (MSIB) program is an initiative under Kampus Merdeka that provides students with opportunities to learn and develop themselves through activities outside the classroom. This program allows students to gain real-world experience in industries or professional fields for one to two semesters. This study employs a literature review method by analyzing relevant journal articles and integrating the author's firsthand experience in the MSIB program. This research focuses on the author's experience in the MSIB program at A Better World Academy (ABWA) for five months, from August 31, 2021, to January 31, 2022. After the training phase, ABWA students engaged in various social campaigns through the Campaign application, collaborating with organizations and communities working in social fields such as education, environment, health, and equality. The results show that a total of 57 challenges were successfully uploaded to the Campaign application, consisting of 19 environmental challenges, 20 educational challenges, 10 health-related challenges, and 8 equality-related challenges. The MSIB program has proven beneficial in helping students develop practical skills, raise social awareness, and expand their professional networks. This study aims to provide insights for other students interested in participating in similar programs to enhance their competencies and readiness for the workforce.