Angka kasus DBD dari tahun 2016 sampai 2023 menunjukan angka kasus yang yang fluktuatif atau naik turun, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah melakukan berbagai macam program dan sosialisasi penaggulangan namun saja belum dapat membantu laju perkembangan kasus DBD. Hal tersebut juga terjadi di wilayah Kota Bekasi, dimana Kota Bekasi sebagai penyangga Ibu Kota seharusnya mendapatkan banyak informasi terkait penanggulangan DBD namun saja sepertinya tidak berpengaruh pada angka kasus DBD. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor lain yaitu faktor pengetahuan, sikap, dan praktik dengan kejadian demam berdarah. Metode. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang digunakan adalah dewasa yang pernah terkena DBD dan berusia 26-45 tahun yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bekasi Utara berjumlah 88 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan Teknik non- probability sampling dengan tipe total sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner online atau google form yang dibuat oleh peneliti dan dianalisis menggunkan statistic deskriptif. Hasil. Hasil Pengetahuan, Sikap, dan Praktik dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue memiliki penegetahuan baik sebanyak 73 orang responden (83,0%) pengetahuan dalam kategori baik. Kemudian pada domain sikap sebanyak 86 orang responden (97,7%) memiliki sikap dalam kategori baik. Kemudian pada domain praktik sebanyak 81 orang responden (92,0%) praktik dalam kategori baik. Simpulan. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan, sikap, dan praktik dengan kategori baik. Diharapkan responden dapat mempertahakan dan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik dalam upaya pencegahan DBD.