Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Polarisasi Komunikasi di Kalangan Mahasiswa dalam Kelompok Pergaulan Kampus Sulistiani, Dwi; Amelia, Intan; Rahma, Laila Fitria; Marlayza, Nazalla Vidya; Rustandi, Resyiana Saffira; Jannah, Zikra Miftahul; Kusumadinata, Ali Alamsyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21896

Abstract

Manusia merupakan mahluk sosial yang dimana pada hakikatnya selalu membutuhkan keberadaan manusia lain untuk berinteraksi serta memenuhi kebutuhan hidup. Dalam proses tersebut terbentuk kelompok sosial yang berperan sebagai ruang berbagi pengalaman, penguatan identitas, serta sumber dukungan emosional. Salah satu fenomena yang sering muncul adalah polarisasi, yaitu keterbelahaan antar kelompok akibat perbedaan latar belakang, pandangan, maupun pengaruh media digital.Dalam kehidupan kampus, fenomena ini semakin relevan karena mahasiswa berada pada fase pembentukan identitas dan jaringan sosial. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana polarisasi pergaulan terbentuk, dan dimaknai mahasiswa dalam interaksi sehari – hari. Tetapi selain itu juga untuk menganalisis faktor penyebab serta dampaknya bagi komunikasi mahasiswa pada lingkungan kampus. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek mahasiswa Universitas Djuanda. Dipilihnya informan melalui Teknik purposive sampling mengacu pada kriteria keterlibatan dalam kelompok pergaulan dan pengalaman berinteraksi di lingkungan kampus. Sebanyak sepuluh mahasiswa dari latar belakang berbeda diwawancarai secara mendalam, disertai observasi langsung untuk memperkuat data. Serta analisis dilakukan secara tematik untuk menemukan pola interaksi dan kecenderungan polarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pertemanan terbentuk karena kesamaan jurusan, minat, hobi, maupun kedekatan sebelumnya. Kesamaan ini menubuhkan rasa nyaman dan solidaritas, tetapi juga memunculkan gejala polarisasi berupa gosip, prasangka, sindiran, serta keterbatasan komunikasi lintas kelompok. Temuan ini sejalan dengan teori identitas sosial dan konsep groupthink, yang menjelaskan bagaimana solidaritas internal dapat sekaligus mempersempit ruang bagi pandangan berbeda dalam lingkungan pergaulan mahasiswa.
Persepsi Audiens Terhadap Peran Single Parent Melalui Konten Parenting Jennifer Coppen di Tiktok Rahma, Laila Fitria
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/5mv6fd36

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya platform TikTok, mendorong perannya tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang berkontribusi dalam pembentukan persepsi publik terhadap berbagai fenomena sosial, termasuk peran orang tua tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi audiens terhadap peran single parent melalui konten parenting yang dibagikan Jennifer Coppen di TikTok. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap lima orang audiens yang mengikuti serta mengakses konten parenting Jennifer Coppen. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Proses analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens memaknai peran single parent yang ditampilkan Jennifer Coppen secara positif, yakni sebagai individu yang tangguh, mandiri, memiliki tanggung jawab tinggi, serta menunjukkan kasih sayang dan kesabaran dalam proses pengasuhan anak. Gaya penyampaian yang jujur, natural, dan autentik membuat pesan pengasuhan lebih mudah diterima serta mampu menumbuhkan empati audiens. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa konten parenting di TikTok berfungsi sebagai media edukasi sosial yang berperan dalam membentuk persepsi positif audiens terhadap peran single parent di era digital.