Purwansya, Yuvicko Gerhaen
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect of Preprocessing and Augmentation Process in Development of a Deep Learning Model for Fusarium Detection in Shallots Purwansya, Yuvicko Gerhaen; Solahudin, Mohamad; Supriyanto, Supriyanto
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i2.350-360

Abstract

As the demand for shallot increases, wide-scale cultivation area must be managed efficiently. However, shallot productivity decreases every year because of plant diseases. Fusarium disease has an intensity up to 60% and can affect yield losses up to 50%. This study was conducted to develop the fusarium disease detection system for shallot using deep learning model and analyze the effect of preprocessing and augmentation adjustment. This study used YOLOv5 deep learning algorithm consisting of the following stages: (1) dataset acquisition, (2) dataset annotation, (3) dataset preprocessing and augmentation, (4) dataset training and validation, and (5) model testing and evaluation. A total 9,664 annotated dataset was trained to YOLOv5m pre-trained weights. Based on testing and evaluation results, precision, recall, and mean average precision (mAP) metrics of the model without preprocessing and augmentation were 55.5%; 54%; and 48.3% respectively. Metric values of the model were increased to 57.6%; 58.4%; and 54.1% respectively with adjustment of preprocessing and augmentation combination process. Percentage increase in metrics when compared to the control model for each value of precision, recall, and mAP were 2.1%; 4.4%; and 5.8%. This shows a significant impact on the addition of preprocessing and augmentation processes that match the characteristics of the dataset to increase the value of model performance. Keywords: Augmentation, Deep learning, Fusarium, Shallot.
Demonstrasi Pengolahan Keripik Terong dan Boncabai sebagai Alternatif Ide Wirausaha Masa Pandemi di Kampung. Ciheulang, Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta Setiani , Nur Aulia; Purwansya, Yuvicko Gerhaen; Shafira , Anisya Elsa; Fauzan , Ahmad; Liyantono, Liyantono
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4246.015 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.102-115

Abstract

Desa Margaluyu merupakan salah satu desa yang dominansi perekonomiannya berasal dari pertanian. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lahan pertanian yang menghasilkan padi, cabai rawit, cabai merah, terong, dan kacang panjang. Hasil pertanian di Desa Margaluyu biasanya dijual langsung ke pasar atau untuk dikonsumsi pribadi. Permasalahan umumnya adalah pendapatan yang relatif rendah sehingga perlu upaya dalam meningkatkan pendapatan di desa, terutama saat harga komoditas sedang turun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk sosialisasi pengolahan keripik terong dan boncabai sebagai alternatif ide wirausaha saat masa pandemi di Kampung Ciheulang, Desa Margaluyu, Kabupaten Purwakarta. Metode pelaksanaan dalam proses berbagi ilmu dan teknologi pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan olahan dilakukan dengan metode pendampingan, yaitu melakukan praktik pembuatan produk olahan keripik terong dan bon cabai secara langsung di lapangan. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Demonstrasi pengolahan terong dan cabai menjadi produk olahan keripik terong dan bon cabai berlangsung dengan baik dan mendapatkan respon yang baik dari ibu-ibu warga RT 002 Kampung Ciheulang. Hal tersebut dapat dilihat saat proses demonstrasi berlangsung ibu-ibu warga RT 002 sangat antusias untuk memperhatikan, membantu dan ikut serta dalam proses pembuatan produk olahan tersebut. Selain itu, pengolahan keripik terong dan bon cabai yang dilakukan dapat menjadi ide wirausaha. Keuntungan yang dapat diperoleh dari satu kali produksi keripik terong sebesar Rp 46.521 dengan rasio R/C diperoleh 1,87 sedangkan keuntungan yang dapat diperoleh dari satu kali produksi keripik terong sebesar Rp 35.163 dengan rasio R/C nya 1,90.