Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN LITERASI BACA TULIS DAN LITERASI NUMERASI KELAS AWAL BERBASIS PENDIDIKAN INKLUSIF DAN DISIPLIN POSITIF BAGI MAHASISWA CALON GURU SD PADA STKIP BIAK Elizabet Kafiar; August Lewaherilla
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 04 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi baca tulis dan numerasi siswa kelas awal di Tanah Papua yang ditunjukkan dari hasil penelitian UNICEF tahun 2015 yang menyatakan 50% siswa kelas awal belum memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik merupakan acuan replikasinya mata kuliah literasi baca tulis dan Numerasi berbasis pendidikan inklusif dan disiplin positif ke dalam kurikulum pada Perguruan Tinggi yang ada program Studi pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dengan tujuan replikasi literasi ini dapat menyiapkan calon guru SD agar memiliki keterampilan pedagogi yang baik sehingga mampu menciptakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan untuk mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, khususnya bagi siswa kelas awal, dan juga menyiapkan calon guru SD agar mampu memahami pendidikan inklusif yang mengamanatkan pendidikan bagi semua anak tanpa adanya diskriminasi, serta Disiplin Positif yang merupakan bentuk perlindungan anak dan penghapusan hukuman serta kekerasan di dalam sistem pendidikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode demonstrasi. Dimana sebelum diberi penguatan dan pelatihan dari 30 mahasiswa calon guru SD diberikan Preetest terlebih dahulu untuk melihat pemahaman mahasiswa mengenai literasi baca tulis dan Literasi Numerasi berbasis Pendidikan Inklusif dan Disiplin Posistif. Setelah Pelaksanaan Kegiatan Penguatan dan Pelatihan mahasiswa diberikan Posttest untuk melihat peningkatan pemahaman mengenai literasi setelah pelaksanaan penguatan dan pelatihan. Berdasarkan hasil posttest dapat disimpulkan bahwa peningkatan pemahaman mahasiswa meningkat 71.56 76 % dari hasil pretest sebelumnya 19.26 = 21% .Pendampingan dan Pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan mahasiswa calon guru SD dalam dalam memamahami literasi baca tulis dan literasi numerasi berbasis disipilin positif dan pendidikan inklusif.
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM PEMBELAJARAN MENENTUKAN NILAI TEMPAT SERTA MENGURUTKAN BILANGAN SAMPAI 500 PADA SISWA KELAS II SD YPK SYALOM MEOSBEFONDI KABUPATEN SUPIORI Elizabet Kafiar
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 2 (2023): JULI 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menunjang terbentuknya sebuah motivasi belajar yang tinggi pada diri siswa dan hasil belajar matematika yang tinggi, sebagai guru kita harus lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan pembelajaran di dalam kelas, khususnya dalam hal pengunaan alat peraga pembelajaran. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika sangat berperan penting dalam kegiatan pembelajaran terutama pada siswa. Alat peraga berfungsi membantu siswa mengubah objek pembelajaran dalam matematika dari yang bersifat abstrak menjadi konkret, sehingga dapat membantu siswa menerima atau memahami pelajaran matematika dengan lebih mudah. Melalui Kegiatan Pengabdian masyarakat ini, penulis dapat mempraktekkan pembelajaran matematika yang abstrak dengan menggunakan benda konkret (alat peraga). Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah agar guru memperoleh pengalaman nyata dalam mendidik dan membimbing siswa khususnya pada mata pelajaran matematika di sekolah. Dengan begitu, guru dapat memperoleh pengalaman serta mengetahui hambatan–hambatan dan tantangan dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama meliputi penentuan materi ajar, persiapan perangkat mengajar (persiapan alat peraga, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada Tahap kedua atau tahap pelaksanaan penerapan alat peraga penulis menggunakan metode demostrasi, dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang materi nilai tempat melalui alat peraga. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat yang telah lakukan, dapat simpulkan: 1) Penggunaan alat peraga papan nilai tempat dapat membantu siswa dalam memahami materi menentukan nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan. 2) Penggunaan alat peraga kartu bilangan dapat membantu siswa dalam memahami materi mengurutkan bilangan sampai 500, dan 3) Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran membuat siswa menjadi aktif untuk mengikuti pelajaran matematika.
Teacher's Efforts in Improving Students' Learning Interest in PPKn Subjects at State Middle School 2 West Biak Nap, Ruth Priskila; Elizabet Kafiar; Stevanus Mandowen
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026): #2 IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1552

Abstract

This study aims to describe teachers' efforts to increase student learning interest in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) in seventh-grade students at SMP Negeri 2 Biak Barat. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and questionnaires. The subjects were PPKN teachers and seventh-grade students. The results showed that the learning process was still dominated by conventional methods, namely lectures and question-and-answer sessions, with limited use of learning media. Questionnaire analysis showed that students' learning interest was in the moderate category, with an average score of 3.05. Most students felt bored due to the lack of varied learning methods and engaging learning media. Teachers provided motivation through verbal praise and additional credit, but these forms of reinforcement were not sufficient to increase learning interest overall. Based on these findings, it can be concluded that teachers' efforts to increase students' learning interest in PPKN need to be improved through the application of varied learning methods, the use of visual media, and consistent motivation and rewards. This research is expected to serve as a reference for teachers and schools in designing more interactive and contextual PPKN learning.