Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGHADIRKAN APLIKASI AKUNTANSI UNTUK UMKM SEBAGAI MITRA & SOLUSI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Anselmus Alex Buiswarin; Jenny Ifana Pattiasina; Gabriela Estefani Nikijuluw; Thevotli Grasia Molly; Linda Hatulely
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pendampingan dan pemanduan UMKM ini bertujuan memberikan solusi praktis bagaimana memanfaatkan teknologi dalam penyusunan laporan keuangan sederhana menggunakan Aplikasi Akuntansi UKM. Pengelolaan keuangan sederhana dan manual masih banyak di lakukan oleh UMKM, hal ini menyebabkan pemilik UMKM tidak dapat mengukur secara tepat penghasilan dan biaya yang dikeluarkan dari aktivitas usaha tersebut serta kurangnya efisiensi dalam penggunaan waktu dan hampir tidak terlepas dari kesalahan manusia. Kegiatan ini dilakukan pada UMKM, Barbershop NMD yang bergerak di bidang pelayanan jasa cukur rambut yang beralamat di Belakang Soya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain Observasi, wawancara, pengenalan aplikasi serta cara penggunaannya dan evaluasi. Tugas ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan sarana digital untuk penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi Akuntansi UKM. Hasil dari kegiatan ini adalah tim disambut baik oleh pihak Barbershop NMD dan berterima kasih atas solusi yang diberikan. Transaksi keuangan yang disusun kembali dalam aplikasi Akuntansi UKM terjadi pada bulan Juni 2023. Keterbatasan akan pemahaman siklus akuntansi yang sederhana menjadikan mereka lambat dalam menyesuaikan diri dengan laporan keuangan yang berlaku serta zaman yang hampir semua berbasis digital. Salah satu solusi tepat untuk mengatasi permasalahan di atas ialah dengan aplikasi Akuntansi UKM yang mempermudah pengguna dalam penyusunan laporan keuangan sederhana. Akuntansi UKM menjadi salah satu solusi praktis hanya dengan bermodalkan smartphone serta akses internet UMKM sudah mampu menghasilkan laporan keuangan yang sederhana yang berguna sebagai sarana dalam mengukur kinerja kerja, penghasilan dan biaya dalam aktivitas operasi.
Pendidikan Literasi Ekonomi: Penguatan Sikap Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Pada Siswa SD Kristen Uraur, Seram Bagian Barat Johan B. Bension; Petrosina Rupisiay; Linda Hatulely; Petrecia Papuani Lamen; Gabriel Adam Taberima; Dhea Mayoletta P. Lesnussa
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei :Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v4i2.2266

Abstract

The “Love, Pride, and Understanding the Rupiah” outreach event held at Uraur Christian Elementary School in Kairatu Subdistrict, West Seram Regency, was successfully implemented and received positive responses from students and school officials. The activity aimed to increase students’ understanding of the Rupiah as Indonesia’s official currency and as a symbol of national sovereignty and pride. The materials covered the concepts of loving the Rupiah, taking pride in using it, understanding responsible financial behavior, and recognizing the characteristics of genuine Rupiah currency. Interactive methods, including presentations, discussions, question-and-answer sessions, and educational games, were used to encourage active participation and facilitate learning. The students’ enthusiasm throughout the activity showed that financial literacy education can be effectively introduced at the elementary school level. The results indicated an improvement in students’ understanding of how to care for and maintain Rupiah currency, the importance of saving, spending money wisely, and identifying genuine banknotes through the 3D method—looking, feeling, and holding the currency up to the light. In addition, the activity helped foster patriotism, responsibility, and awareness of the importance of valuing the national currency from an early age. It is expected that students will apply the knowledge gained in their daily lives and continue to appreciate the Rupiah as a symbol of Indonesian national pride.