Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kerendahan Hati dan Kepedulian Lingkungan: Filipi 2:3-4 Mengatasi Perilaku Membuang Sampah Sembarangan: "Humility and Environmental Care: Philippians 2:3-4 Overcoming Littering" Marpaung, Andre; Anton Arifandi; Eri
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 18 No. 2 (2024): Pastoral dan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v18i2.798

Abstract

The purpose of this study is to identify Philippians 2:3-4 as the basis for one's understanding of the importance of caring for others with full devotion. Because the current waste problem is a problem that must be solved. However, the awareness of every policy regarding the dangers of waste is the main problem. For this reason, this article provides an effort to provide awareness about the importance of awareness and concern for this increasingly degraded environment. Philippians 2:3-4 is an example of counsel for all walks of life, where Paul is present to enlighten the Philippians about the importance of caring for others. The anthropocentric nature must be immediately eliminated in the life of mankind. In writing this article, the author uses a library study (library reaserch) by adding the results of interviews as a primary source of their responses to various problems caused by indifference to the environment. So it was found that in this waste problem, a person's selfish attitude, and indifference to the dangers that can occur if they throw garbage carelessly. An attitude of concern for others and the environment is very important to maintain a balance in life.
Persepsi Masyarakat Tentang Kebijakan Pembatasan Jam Hiburan Malam Dalam Konteks Aktivitas Kesenian Tradisional di Kabupaten Padang Pariaman Eri; Frinaldi, Aldri
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kebijakan pembatasan jam hiburan malam dalam konteks aktivitas kesenian tradisional di Kabupaten Padang Pariaman. Kebijakan ini diterapkan melalui Kesepakatan Bersama Forkopimda yang membatasi jam operasional hiburan malam hingga pukul 23.30 WIB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pola induktif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap masyarakat, pelaku seni tradisional, aparat Satpol PP, dan pejabat pemerintah daerah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kebijakan ini terbagi menjadi dua kategori besar. Sebagian masyarakat mendukung kebijakan karena dianggap mampu menjaga ketertiban dan moral publik, sementara sebagian lainnya merasa kebijakan ini membatasi ruang ekspresi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan pembatasan jam hiburan malam sangat bergantung pada cara masyarakat memaknai kebijakan tersebut. Diperlukan pendekatan yang lebih partisipatif, komunikatif, dan sensitif terhadap nilai budaya lokal agar kebijakan ini tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga mendukung pelestarian kesenian tradisional sebagai bagian dari identitas masyarakat Minangkabau.