Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pelatihan dan pengembangan karyawan terhadap peningkatan kinerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 63 responden menggunakan teknik penentuan sampel dengan rumus Slovin. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS serta melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 3,283 dan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05). Pengembangan karyawan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 3,224 dan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung sebesar 61,134 (sig. 0,000). Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,671 menunjukkan bahwa 67,1% variasi kinerja pegawai dijelaskan oleh program pelatihan dan pengembangan karyawan, sedangkan sisanya 32,9% dipengaruhi variabel lain di luar penelitian ini. Hasil ini mengonfirmasi bahwa semakin baik pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan karyawan, semakin meningkat pula kualitas kerja, kuantitas kerja, dan ketepatan waktu penyelesaian tugas pegawai.