Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Laporan kasus ini membahas seorang laki-laki 55 tahun yang datang ke IGD RSUD Cut Meutia dengan keluhan batuk berdahak sejak kurang lebih tiga minggu yang memberat dalam dua hari terakhir, disertai nyeri dada saat batuk, demam naik turun, penurunan berat badan, nafsu makan menurun, keringat malam, serta mudah lelah. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum sakit sedang dengan tanda vital relatif stabil, dan pada auskultasi paru ditemukan suara vesikuler melemah pada segmen apikal kedua paru disertai ronki bilateral. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan anemia ringan dan trombositosis, sedangkan foto toraks menunjukkan deviasi trakea ke kanan, penebalan hilus, peningkatan corakan bronkovaskular, kavitas bilateral, bayangan berawan serta bercak milier pada kedua lapang paru dengan kesan tuberkulosis paru aktif. Pasien ditegakkan diagnosis tuberkulosis paru dan diberikan penatalaksanaan berupa edukasi, tirah baring, terapi nutrisi, terapi suportif, serta pemberian OAT kombinasi dosis tetap 4FDC disertai terapi adjuvan lainnya. Evaluasi klinis harian menunjukkan perbaikan bertahap dan pasien direncanakan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mendukung pemantauan terapi.