Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Praktik Budaya Merarik Masyarakat Bangsawan Dengan Masyarakat Biasa Di Desa Suranadi Nuruddin, Nuruddin; Rosalia, Leny
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 2 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i2.4933

Abstract

Saat menikah, anggota keluarga bangsawan, khususnya wanita, diharuskan mencari pasangan yang sesuai dengan status sosialnya menurut adat Sasak. Jika tidak, mereka akan kehilangan warisan dan ditendang keluar dari faksi bangsawan. Namun, laki-laki diizinkan menikah dengan bangsawan atau rakyat biasapenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata cara dan akibat perkawinan antara bangsawan dan rakyat biasa Di Desa Suradadi, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini merupakan eksplorasi subyektif dengan menggunakan persepsi, pertemuan, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan informasi, dengan subjek penelitian terdiri dari, kepala desa, perintis tegas, perintis konvensional, perintis pemuda, dan daerah setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang proses dan akibat perkawinan tersebut.Dari hasil penelitian ini memberi gambaran bahwa dampak merarik masyarakat bangsawan dengan masyarakat biasa meliputi dua hal yaitu: Pertama,ketika pihak perempuan menikah sama masyarakat biasa maka nanti keturunannya mengikuti keturunan ayahnya dan tidak mempunyai gelar kebangsawanannya. Kedua, harta warisa akan hangus ketika seorang perempuan menikah sama masyarakat biasa.
Peran Komunikasi Antarbudaya dalam Membangun Toleransi di Desa Kepaon Denpasar Bali (Studi Kasus Takbiran Keliling) Rosalia, Leny; Saleh, Muhamad; Fakhri, Mohammad
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 5 No. 4 (2025): October
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v5i4.835

Abstract

This study aims to analyze the role of intercultural communication in fostering religious tolerance during the implementation of the takbiran keliling tradition in Kepaon Village, South Denpasar, Bali. Kepaon is a multicultural area inhabited by a Hindu majority and a significant Muslim minority, both of whom have maintained harmonious relations through effective communication and strong cultural acculturation. This research employs a descriptive qualitative method with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants include Hindu customary leaders, Muslim religious figures, banjar leaders, pecalang, takbiran organizers, youth groups, and local residents involved in the event. The findings reveal that intercultural communication in Kepaon is effective due to intensive coordination among religious leaders, the use of local languages and cultural symbols, and continuous social interaction between Hindus and Muslims. The takbiran keliling, which often contains the potential for conflict in other regions, becomes a space for collaboration and active tolerance in Kepaon, supported by Hindu communities, pecalang escorts, and beleganjur performances by Hindu youth. This study concludes that intercultural communication based on local wisdom such as Menyama Braya and long-standing genealogical ties is crucial in maintaining social harmony. The results provide valuable insight into intercultural communication practices in multicultural settings and offer a model for managing minority religious activities peacefully in other regions.