Latar belakang: DM tipe 2 merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup sehingga membutuhkan perawatan dalam jangka waktu yang lama. Jika penyakit ini tidak dikelola dengan baik maka dapat mengakibatkan terjadinya kegawatan diabetes. Adapun upaya pencengahan diabetes melitus tpe 2 yaitu perilaku manajemen diri. Namun demikian masih banyak pasien dengan penyakit DM tipe 2 ditemukan tidak melakukan manajemen diri dengan baik bahkan mereka baru menyadari menderita diabetes Ketika sudah mengalami komplikasi. Menajemen diri yang kurang baik bisa disebabkan oleh berbagai factor, salah satunya adalah dukungan keluarga yang kurang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen diri pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas I Denpasar selatan pada periode bulan mei - juli 2024. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalan deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Pada penelitian ini di tetapkan sejumlah 90 sampel dan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Data diambil secara langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan kuesioner. Pengukuran tingkat dukungan keluarga peneliti menggunakan kuesioner Hensarling’s Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan pada manajemen diri diukur menggunakan kuesioner DSMQ (Diabetes Self-Management Questionnaire) yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia lansia akhir (65 tahun) sebesar 52,2%, berjenis kelamin perempuan (54,4%) dan lama menderita 2 tahun (52,2%). Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik (57,8%) dan memiliki manajemen diri dalam kategori baik (53,3%). Peneliti melakukan analisa uji bivariat untuk mengetahui hubungan antara dua variable menggunakan uji Chi-Square dan didapatkan hasil nilai p value = 0,002 ( 0,005). Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen diri pasien Dm tipe 2.