Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Pemberian Konseling MP-ASI Di Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Sutrio, Sutrio; Juherman, Yulia Novika; Muliani, Usdeka
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i1.1025

Abstract

Salah satu faktor yang menjadi penyebab tingginya angka kejadian stunting pada Balita yaitu praktik pemberian makan oleh ibu. Praktik pemberian makan pada anak memiliki kontribusi terhadap kejadian stunting misalnya ketidakoptimalan pemberian ASI Eksklusif (khususnya pemberian ASI non eksklusif) dan pemberian makanan pendamping yang terbatas dalam hal jumlah, kualitas dan variasi jenisnya. Hambatan tidak maksimalnya pelaksanaan praktik pemberian MP-ASI adalah keterbatasan keterampilan konseling kader posyandu yang memang selama ini belum pernah di latih. Dalam  upaya  menangani  hal tersebut maka dilakukan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam pemberian konseling MP-ASI. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Dalam Pemberian konseling MP-ASI. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pelatihan kader posyandu dalam pemberian konseling MP-ASI. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan rerata skor pengetahuan  kader posyandu sebelum dilakukan pelatihan adalah 8,2 (SD=0,961), dan setelah dilakukan pelatihan adalah 13,06 (SD= 1,04). Rerata skor keterampilan kader sebelum pelatihan 5,86 (1,16) dan setelah diberikan pelatihan 14,46 (1,25). Hasil uji T diperoleh p value = 0,000 artinya secara statistik ada perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan dan keterampilan antara sebelum dan sesudah pemberian pelatihan. Diharapkan kegiatan pelatihan kader posyandu dalam pemberian konseling MP-ASI sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan dengan bekerja sama bersama pihak-pihak terkait, sehingga diharapkan memberikan kontribusi atas terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya dan anak pada khususnya.
Eksplorasi Mediator Potensial Perilaku dalam Adopsi Gaya Hidup Sehat pada Wanita dengan Risiko Sindrom Metabolik di Komunitas Kebugaran, Provinsi Lampung : Eksplorasi Mediator Potensial Perilaku dalam Adopsi Gaya Hidup Sehat pada Wanita dengan Risiko Sindrom Metabolik di Komunitas Kebugaran, Provinsi Lampung Rusyantia, Anggun; Wahyuni, Endang Sri; Bertalina; Juherman, Yulia Novika
Amerta Nutrition Vol. 10 No. 1SP (2026): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v10i1SP.2026.58-67

Abstract

Background: Metabolic syndrome (MetS) is a risk factor for Non-Communicable Diseases (NCDs). Lifestyle modifications through healthy dietary regulation and physical activity, supported by nutrition education interventions, effectively reduce the prevalence of MetS. To promote participation in lifestyle modifications, designing effective interventions requires a deeper understanding of people’s potential behavioral mediators associated with MetS. Objectives: The purpose of the study was to investigate potential behavioral mediators of healthy lifestyle adoption among adult women at risk for MetS. Methods: This study employed a qualitative-descriptive design, using semi-structured interviews to elicit in-depth perspectives from 18 participants. Thematic analysis was conducted using an inductive approach to formulate themes. Results: Participants’ understanding of MetS risks and prevention was limited. Participants had high confidence in physical exercise, but it was not yet aligned with the suggested frequency, duration, and techniques, while self-efficacy for healthy eating habits remained low. Conclusions: Participants expressed a significant need for further information and guidance on the prevention and management of MetS. Knowledge, intention, self-efficacy, and result expectations were recognized as primary internal possible behavioral mediators. A behavior-based intervention guided by Social Cognitive Theory is recommended to inform the design of contextual and effective nutrition education programs that support sustainable behavior change.