Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STEREOTIP ETNIK TERHADAP JURU PARKIR LIAR ETNIS MADURA DI SURABAYA: ANALISIS KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DAN KETIMPANGAN SOSIAL Muhammad Labibun Asifani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2128

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses stereotipisasi terhadap juru parkir liar (jukir liar) etnis Madura di Surabaya, yang kerap dikaitkan dengan tindakan kekerasan, pemalakan, dan ketidaktertiban. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa stereotip tersebut terbentuk melalui interaksi kompleks antara faktor media, kategorisasi sosial, ketimpangan struktural, dan kebijakan publik yang tidak inklusif. Analisis data lapangan di wilayah Surabaya Utara (Semampir, Kenjeran, Krembangan) menunjukkan bahwa media lokal turut memperkuat stigma melalui framing berita yang secara selektif menyorot identitas etnis pelaku. Teori Identitas Sosial (Tajfel & Turner) menjelaskan mekanisme psikologis dimana masyarakat mayoritas (Jawa) sebagai ingroup memandang jukir liar Madura sebagai outgroup yang mengancam tatanan sosial. Sementara itu, analisis struktural mengungkap bagaimana ketimpangan ekonomi dan terbatasnya akses terhadap pekerjaan formal memaksa banyak perantau Madura bertahan di sektor informal yang rentan tanpa perlindungan hukum memadai. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan solusi holistik yang mencakup reformasi kebijakan parkir berbasis partisipasi masyarakat, penguatan dialog antaretnis melalui forum-forum kewilayahan, serta edukasi media untuk mempromosikan jurnalisme yang lebih inklusif dan bertanggung jawab, guna mengurangi diskriminasi sekaligus memperkuat kohesi sosial di kota multikultural seperti Surabaya.