Dalam konteks pendidikan tinggi saat ini, mata kuliah Kreativitas dan Inovasi berperan strategis untuk menjembatani antara konsep teoretis dan implementasi praktis. Mahasiswa didorong untuk melampaui penguasaan materi dan secara aktif merealisasikan ide-ide orisinal mereka menjadi produk nyata yang fungsional sekaligus memiliki kelayakan ekonomi. Pola pembelajaran ini secara efektif membentuk pola pikir mahasiswa menjadi seorang pemecah masalah yang juga mampu menciptakan peluang bisnis. Sebagai implementasi nyata, sebuah proyek berfokus pada optimalisasi umbi gadung, sebuah sumber daya agrikultur perdesaan yang melimpah namun sering kali belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui intervensi kreatif, bahan baku yang sebelumnya kurang bernilai ini ditransformasikan menjadi produk pangan olahan yang inovatif. Proyek ini mengemban misi ganda: berkontribusi pada diversifikasi pangan lokal dan secara simultan membangun aliran pendapatan baru untuk ekonomi masyarakat, sehingga mengubah potensi yang terabaikan menjadi profit. Faktor penentu keberhasilan komersial produk ini adalah inovasi pada aspek rasa. Berdasarkan riset sederhana terhadap preferensi pasar modern, terutama generasi muda, diaplikasikanlah varian rasa populer seperti jagung manis, balado, dan pedas manis. Pendekatan ini terbukti jitu dalam membuat produk warisan lokal menjadi relevan dan berdaya tarik di pasar kontemporer. secara keseluruhan, kegiatan ini berfungsi sebagai fondasi vital bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Mereka terlatih untuk menjadi lebih inisiatif, inovatif, dan responsif terhadap potensi di sekitar. Proses ini secara holistik mengasah keahlian praktis mulai dari riset pasar, pengembangan produk, hingga eksekusi strategi pemasaran. pada akhirnya, pengalaman ini menumbuhkan mentalitas wirausaha, membekali mereka untuk kompetitif di dunia bisnis yang dinamis, dan memberdayakan mereka untuk merintis inovasi di daerah asal mereka.