Tulisan ini mengeksplorasi fenomena campur kode dalam naskah drama Dukun-Dukunan, yang merupakan contoh menarik dalam bidang sosiolinguistik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali dan menganalisis peran campur kode antara bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dalam percakapan para tokoh, serta dampaknya terhadap makna, identitas, dan nilai artistik naskah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data melalui kajian dokumen naskah drama. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode tidak hanya sebagai variasi dalam bahasa, tetapi juga komponen yang sangat penting yang memperkaya ekspresi emosi para tokoh, mencerminkan latar belakang sosial dan budaya, serta memperkuat pesan yang hendak disampaikan. Penggunaan bahasa Jawa memberikan kedalaman yang lebih kepada dialog, membentuk karakter yang lebih hidup, dan menerangkan konteks sosial yang ada. Campur kode jugaberfungsi sebagai teknik komunikasi untuk membangun kedekatan, menegaskan identitas, dan menyampaikan sindiran atau ironi. Kesimpulan dari artikel ini adalah campur kode dalam Dukun-Dukunan mencerminkan dinamika sosial dan budaya masyarakat Jawa yang multibahasa. Penelitian ini memberikan pandangan berharga tentang bagaimana bahasa dapat dipakai secara inovatif dalam seni pertunjukan untuk menghasilkan efek dramatis dan menyampaikan pesan yang relevan. Selain itu, artikel ini juga memberikan rekomendasi untuk studi lebih lanjut, termasuk memperhatikan faktor-faktor sosial yang lebih luas dan reaksi penonton terhadap campur kode dalam pementasan drama.