Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KRITIK SOSIAL TERHADAP KEMISKINAN DAN BIROKRASI DALAM NASKAH DRAMA BALADA SAHDI SAHDIA KARYA MAX ARIFIN Tarysa Shafa Gusna; Joko Purwanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2445

Abstract

Sastra merupakan salah satu karya seni yang bersifat menghibur dan memberi pelajaran bagi kehidupan manusia. Sifat menghibur dan memberi pelajaran kepada masyarakat itu yang membuat suatu karya sastra menjadi poin penting dalam kehidupan manusia. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kritik sosial kemiskinan dan birokrasi yang terdapat dalam naskah dan mendeskripsikan wujud ekspresi kritik sosial tersebut membangun estetika drama dalam naskah “Balada Sahdi Sahdia” karya Max Arifin dengan menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif. Penelitian ini mengungkap berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan dan penyimpangan birokrasi.  Hasil analisis menunjukkan bahwa naskah Balada Sahdi Sahdia merupakan representasi realitas sosial dan penyalahgunaan kekuasaan masyarakat. Drama ini tidak hanya menampilkan konflik sosial lewat dialog dan karakternya, tetapi juga mengekspresikan asa akan perubahan.  Penelitian ini juga menganalisis bagaimana penggunaan bahasa, simbolisme, dan metafora memperkuat pesan kritik sosial dalam drama.  Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang representasi realitas sosial dalam karya sastra Indonesia.
CAMPUR KODE DALAM PEMENTASAN NASKAH DRAMA DUKUN-DUKUNAN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO Tarysa Shafa Gusna; Joko Purwanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ak8jtp08

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi fenomena campur kode dalam naskah drama Dukun-Dukunan, yang merupakan contoh menarik dalam bidang sosiolinguistik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali dan menganalisis peran campur kode antara bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dalam percakapan para tokoh, serta dampaknya terhadap makna, identitas, dan nilai artistik naskah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data melalui kajian dokumen naskah drama. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode tidak hanya sebagai variasi dalam bahasa, tetapi juga komponen yang sangat penting yang memperkaya ekspresi emosi para tokoh, mencerminkan latar belakang sosial dan budaya, serta memperkuat pesan yang hendak disampaikan. Penggunaan bahasa Jawa memberikan kedalaman yang lebih kepada dialog, membentuk karakter yang lebih hidup, dan menerangkan konteks sosial yang ada. Campur kode jugaberfungsi sebagai teknik komunikasi untuk membangun kedekatan, menegaskan identitas, dan menyampaikan sindiran atau ironi. Kesimpulan dari artikel ini adalah campur kode dalam Dukun-Dukunan mencerminkan dinamika sosial dan budaya masyarakat Jawa yang multibahasa. Penelitian ini memberikan pandangan berharga tentang bagaimana bahasa dapat dipakai secara inovatif dalam seni pertunjukan untuk menghasilkan efek dramatis dan menyampaikan pesan yang relevan. Selain itu, artikel ini juga memberikan rekomendasi untuk studi lebih lanjut, termasuk memperhatikan faktor-faktor sosial yang lebih luas dan reaksi penonton terhadap campur kode dalam pementasan drama.