Sastra merupakan salah satu karya seni yang bersifat menghibur dan memberi pelajaran bagi kehidupan manusia. Sifat menghibur dan memberi pelajaran kepada masyarakat itu yang membuat suatu karya sastra menjadi poin penting dalam kehidupan manusia. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kritik sosial kemiskinan dan birokrasi yang terdapat dalam naskah dan mendeskripsikan wujud ekspresi kritik sosial tersebut membangun estetika drama dalam naskah “Balada Sahdi Sahdia” karya Max Arifin dengan menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif. Penelitian ini mengungkap berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan dan penyimpangan birokrasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa naskah Balada Sahdi Sahdia merupakan representasi realitas sosial dan penyalahgunaan kekuasaan masyarakat. Drama ini tidak hanya menampilkan konflik sosial lewat dialog dan karakternya, tetapi juga mengekspresikan asa akan perubahan. Penelitian ini juga menganalisis bagaimana penggunaan bahasa, simbolisme, dan metafora memperkuat pesan kritik sosial dalam drama. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang representasi realitas sosial dalam karya sastra Indonesia.
Copyrights © 2025