Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MI REBUS BELITUNG SEBAGAI CERMIN BUDAYA MELAYU: PERSPEKTIF SEMIOTIKA PIERCE Putri Oktarin Nandya; Muhammad Safwan Jamil
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 9 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi September
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/wzg3hn40

Abstract

Kepulauan Bangka Belitung memiliki kekayaan alam yang melimpah, selain itu juga memiliki kuliner khas yang mencerminkan akulturasi budaya lokal, khususnya pengaruh budaya Melayu. Salah satu kuliner yang terkenal di Pulau Belitung adalah Mie Rebus Belitung, sebuah kuliner yang memadukan bahan-bahan lokal dengan teknik memasak Tionghoa dan menghasilkan rasa unik yang menjadi identitas budaya Pulau Belitung. Artikel ini ditulis bertujuan untuk menggambarkan kekayaan kuliner Belitung, terutama Mie Rebus Belitung, sebagai refleksi dari akulturasi budaya Melayu. Selain itu, artikel ini juga ditulis untuk menjelaskan peran kuliner dalam kebudayaan Melayu, dengan menekankan bagaimana Mie Rebus Belitung menjadi simbol tradisi dan identitas budaya. Dengan menggunakan kajian teori semiotika Charles Sanders Peirce, artikel ini menganalisis bahwa Mie Rebus Belitung memiliki ikon, indeks, dan simbol dari kehidupan sosial, budaya, dan sejarah masyarakat Belitung. Sebagai bagian dari kebudayaan, Mie Rebus Belitung juga berperan dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal, menjadikannya lebih dari sekadar makanan, tetapi sebagai wujud keberagaman budaya yang harmonis di Pulau Belitung.