Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Geografi Terhadap Kerentanan Bencana Tsunami Di Wilayah Pesisir Utara Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur Menggunakan Sistem Informasi Geografis Kristy, Ray; Kiki, Friskilia
Jurnal Latar Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i2.78

Abstract

Kabupaten Sikka merupakan kabupaten yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur dengan tingkat rentan tsunami yang cukup tinggi. Hal ini karena Kabupaten Sikka berada dekat dengan zona subduksi lempeng tektonik Australia dan Eurasia serta dipengaruhi oleh sesar- sesar aktif di sepanjang Pulau Flores. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang berpengaruh pada kerentanan bencana tsunami, kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.7.1. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisis tersebut pesebaran kerentanan bencana tsunami di wilayah pesisir utara Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur memiliki sebaran wilayah yang termasuk dalam tingkat tingkat kerentanan sangat tinggi mempunyai luasan sebesar 30.55 km dengan presentase 1,8% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan tinggi mempunyai luasan sebesar 76,63 km dengan presentase 4,5% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan menengah mempunyai luasan sebesar 137,82 km dengan presentase 8,1% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan rendah mempunyai luasan sebesar 362,29 km dengan presentase 21,4% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan sangat rendah mempunyai luasan sebesar 1087,34 km dengan presentase 64,2% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teams Assisted Individualization (TAI) dalam Pembelajaran Geografi Kiki, Friskilia; Andaria, Kalvin S.; Sulastriningsih, Sri
Edukasi IPS Vol. 9 No. 2 (2025): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.009.2.1

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing the Team-Assisted Individualization (TAI) cooperative learning model on the Geography learning outcomes of eleventh-grade students at SMA Negeri 5 Tana Toraja. The TAI model emphasizes learning in small heterogeneous groups, enabling active interaction among students in understanding the learning materials. This research employed a quantitative approach with an experimental method using a pretest–posttest control group design. The research subjects consisted of two classes, namely an experimental class and a control class, each consisting of 32 students. The experimental class received treatment through the implementation of the TAI cooperative learning model, while the control class was taught using conventional learning methods. The data collection techniques included learning outcome tests, observation, and documentation. Data analysis was conducted through normality and homogeneity tests as prerequisites for analysis, as well as comparison of the average scores of students’ learning outcomes. The results of the study indicate that the average learning outcomes of students in the experimental class were higher than those in the control class. These findings show that the implementation of the Team-Assisted Individualization (TAI) cooperative learning model has a positive effect on improving students’ Geography learning outcomes. The TAI model can be used as an alternative and effective learning model to enhance students’ activeness and learning outcomes in Geography learning.