Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Peran dan Strategi Operasional Lembaga Intelijen selama Pandemi COVID-19: Tinjauan Literatur Mudra, Cakra; Rofii, Muhammad Syahroni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i5.58252

Abstract

Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan mendalam dalam peran dan strategi operasional lembaga intelijen, menggeser fokus mereka dari sekadar menjaga keamanan nasional ke keterlibatan aktif dalam respons terhadap krisis kesehatan global. Studi ini merupakan tinjauan literatur sistematis terhadap empat belas penelitian yang menganalisis bagaimana lembaga intelijen menyesuaikan kapabilitas mereka, mengembangkan pendekatan baru, dan berkontribusi dalam keamanan kesehatan. Temuan menunjukkan bahwa adaptasi ini mencakup pemanfaatan teknologi pengawasan yang sebelumnya digunakan untuk kontraterorisme menjadi alat pemantauan kesehatan, pembentukan unit khusus intelijen medis, serta penguatan intelijen epidemiologis guna mendukung deteksi wabah, pelacakan kontak, dan perumusan kebijakan berbasis data. Meskipun perubahan ini membawa manfaat dalam mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap pandemi, sejumlah tantangan turut muncul, terutama terkait keseimbangan antara kepentingan keamanan dan perlindungan kebebasan sipil. Selain itu, isu akuntabilitas dan transparansi menjadi krusial mengingat perluasan kewenangan intelijen dalam ranah kesehatan berpotensi menimbulkan dampak etis dan sosial. Dari perspektif global, ketidakseimbangan dalam kerja sama antarnegara dan pertukaran intelijen kesehatan mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih terstruktur dan terkoordinasi dalam sistem keamanan kesehatan global. Oleh karena itu, meskipun lembaga intelijen telah menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitas yang tinggi selama pandemi, perbaikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa peran mereka dalam keamanan kesehatan tidak hanya efektif tetapi juga tetap selaras dengan prinsip-prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan tata kelola yang bertanggung jawab.
Cybersecurity dan Tata Kelola Intelijen ikhssani, agung; Mudra, Cakra; Prasidya, Fragmadio Gana
Jurnal Kajian Stratejik Ketahanan Nasional Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The utilization of information and communication technology crossing national borders opens opportunities for state and non-state actors to engage in various detrimental activities. Information theft, attacks on banking systems, military networks, and national infrastructure pose threats that must be addressed. Cyberspace, with its boundaryless, abstract, and timeless nature, becomes a field for transnational criminal activities. In this context, cybersecurity is not only the responsibility of the government but also requires cross-sector cooperation. Proactive policy development, robust cybersecurity infrastructure, and public-private collaboration are key to protecting critical systems and maintaining national stability. Intelligence governance also plays a crucial role in addressing these threats. The ability to gather, analyze, and integrate information from various sources, both open and closed, enables a quick and effective response to cyber threats. Indonesia faces challenges such as legal limitations and international cooperation in responding to cross-border cybercrimes. Increased collaboration with other countries, as well as regulatory strengthening, is a crucial step in overcoming these obstacles. This article review discusses cybersecurity and intelligence governance in Indonesia.