Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Jinas Pada Syair Ana Al Gharib dan Li ‘Ainik Nurul Aulia Damogalad; Moh. Aldi Fitrah; Dzulkifli M Mooduto; Randi Safii
Al-Kilmah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023): December 2023. Al-Kilmah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Humaniora
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/alkilmah.v2i2.1073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang jelas tentang Jenis-Jenis Jinas dalam syair Ana Al gharib dan syair Li ainik menggunakan metode analisis isi berdasarkan kajian pustaka. Jinas, sebagai bagian dari ilmu badi' dalam balaghah, merujuk pada keserupaan bunyi dua kata dengan makna berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair "Ana Al Gharib" yang terdiri dari 21 bait mengandung empat jinas ghairu tamm dan satu jinas tamm. Sementara itu, syair "Li 'Ainik" yang terdiri dari 23 bait memiliki 11 bait yang mengandung jinas, dengan rincian tiga jinas ghairu tamm dan delapan jinas tamm. Jenis-jenis jinas yang ditemukan meliputi jinas tamm mumatsil, ghairu tamm lahiq, dan ghairu tamm muharrif. Penggunaan jinas dalam kedua syair ini memperkaya makna dan meningkatkan nilai estetika, menunjukkan keahlian penulis dalam memanfaatkan keindahan bahasa Arab. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman lebih mendalam tentang penggunaan jinas dalam syair Arab dan potensinya dalam memperkaya ekspresi bahasa.
Istifham Nonliteral dan Fungsi Retorisnya dalam Surah Ṭāhā dan Al-Anbiyā': Kajian Balaghah tentang Khurūj al-Istifhām ‘An Muqtadhā al-Ẓāhir Nesa Oktavia Toligaga; Chaterina P. Doni; Sriwahyuningsih R. Saleh; Randi Safii
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 4 No. 3 (2026): Bhinneka
Publisher : Universitas Palan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v4i3.1854

Abstract

This study aims to analyze the forms and functions of balaghah istifham that deviate from their original meaning (khurūj al-istifhām ‘an muqtadhā al-ẓāhir) in Surah Ṭāhā and Surah al-Anbiyā’. The study employs a descriptive qualitative approach using content analysis. The research data consists of all verses containing the istifham style in both surahs. Data collection was conducted through the identification, classification, and interpretation of verses based on the theory of ma‘ānī. The results show that there are 45 forms of istifham distributed across both surahs, comprising 20 forms in Surah Ṭāhā and 25 forms in Surah al-Anbiyā’. Most of the istifham forms identified fall under the category of figurative (istifham majazi), while literal (istifham hakiki) forms appear only in certain verses. The dominant rhetorical functions include al-inkār, al-taqrīr, al-taubīkh, al-tahdīd, al-tašwīq, al-‘arḍ, and al-‘itāb. These findings indicate that the use of interrogative sentences in both surahs does not merely serve as a tool for asking questions, but also functions as a rhetorical instrument to construct arguments, affirm doctrinal messages, and strengthen the persuasive and educational effects of the Qur’an.