Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Urgency of Impostor Phenomenon in Educational Institutions Mutiara Aqilla Tasya; Juntika Nurihsan; Eka Sakti Yudha; Philein Sophia Putri Dakes; Rifqi Fadhillah Farmadi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.4902

Abstract

The impostor phenomenon is a unique phenomenon that occurs in high achieving individuals. The impostor phenomenon can affect a person's psychological well-being, such as work, academics, interpersonal relationships, or the ability to achieve self-actualization. This research aims to look at the description and urgency of the impostor phenomenon among students. This research uses literature study methods in various journals, book chapters, theses such as Science Direct, Psyc Info, Sage, and Taylor & Francis, and the Online Thesis database. The results of research from 9 selected pieces of literature showed that students often experience the impostor phenomenon in the "medium" and "high" categories. The demands of the academic environment, such as high competition and self-comparison are the main triggers. High achieving students tend to feel anxious, afraid of disappointing others, and doubtful when achieving success. Therefore, there is a need for counselor action to overcome the problem of this impostor phenomenon by educating on the impact and carrying out interventions. Cognitive restructuring techniques are recommended to help overcome the impostor phenomenon problem. Keywords: impostor phenomenon, student, counseling guidance
Pelatihan Kompetensi Ethnoguidance GuruWali untuk Pengembangan Regulasi Diri Siswa : Pengabdian Alfirazi, Diova; Yayah Haryawati; Mutiara Aqilla Tasya
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5655

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimotivasi oleh adanya Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025, dimana adanya peran guru selain mengajar, dilibatkan sebagai guru wali kelas hingga kelulusan siswa. Latar belakang yang ditemukan, para guru yang sudah terbiasa dengan konsep belajar terpusat dengan siswa, siswa berasal dari banyak macam ragam suku budaya, timbul perbedaan perspektif siswa dengan guru tertentu karena aksen bicara, serta belum ada kesiapan bagi internal sekolah untuk kebijakan guru wali kelas. Adapun tujuan kegiatan agar guru semakin mengintegrasikan nilai budaya melalui pemahaman konsep dasar ethnoguidance dan regulasi diri, selain guru memiliki keterampilan ethnoguidance dalam membimbing siswa, guru mampu menunjukkan komunikasi empatik dengan siswa yang beragam latar belakang sosial budaya. Metode pelaksanaan yang digunakan dengan pendekatan partisipatif. Data diperoleh melalui wawancara Guru BK, dan refleksi peserta terhadap tanggapan selama pelaksanaan kegiatan. Hasil menunjukkan antusiasme peserta dalam interaktif.