Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN ALUR SIRKULASI DAN HUBUNGAN RUANG PADA RUMAH VERNAKULAR SUNDA Zahra, Lutfia; Hambali, Nur Ichsan; Lestari, A. Dwi Eva
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i2.73

Abstract

Bogor menjadi salah satu daerah persebaran suku Sunda terbanyak di Jawa Barat. Sehingga, tata letak rumah tinggal dan ruang-ruang di dalamnya banyak dipengaruhi adat dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Sunda. Beberapa tempat yang masih kental dengan adat Sunda adalah Kampung Sindang Barang di Kecamatan Bogor Barat dan Desa Gunung Sari di Kecamatan Citeureup. Pada kampung-kampung di daerah Jawa Barat sudah jarang ditemukan adanya rumah tradisional suku Sunda. Oleh karena itu, adanya beberapa rumah tradisional yang tersisa menjadi bahan observasi yang sangat berharga. Salah satu perkampungan adat Sunda terbesar adalah Kampung Naga di Tasikmalaya. Suatu rumah tidak mungkin lengkap tanpa adanya ruangan dan jalur menuju ruangan tersebut. Oleh karenanya, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui alur sirkulasi dan hubungan ruang pada rumah Sunda serta kaitannya dengan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi langsung dan wawancara kepada pengurus rumah dilengkapi dengan hasil kajian pustaka.
Morphological Change of Coastal Kampung Kota: Resilience and Vulnerability of Kampung Cungkeng and Sinar Laut, Bandar Lampung, Indonesia Widya, Amelia Tri; Lestari, A. Dwi Eva; Vividia, Yemima Sahmura; Nurzukhrufa, Antusias; Aziza, Melati Rahmi; Tanjung, Adinda Sekar
Journal of Regional and City Planning Vol. 36 No. 2 (2025)
Publisher : The Directorate for Research and Innovation, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jpwk.2025.36.2.2

Abstract

‘Kampung kota’ (urban villages) in Indonesia represent informal settlements that emerge organically and unplanned, blending urban living with local cultural identities. Despite their unplanned growth and associated risks, such as flooding, fires, and economic instability, these communities exhibit remarkable resilience through strong social ties, adaptive spatial practices, and cultural continuity. Using urban morphology as an analytical lens, this study examined the resilience and vulnerability of Kampung Cungkeng and Sinar Laut, two coastal Bugis settlements in Bandar Lampung. The morphological changes reveal the development patterns and social and economic data integration within their structure. The research was conducted by field observations, in-depth interviews, and spatial analysis by satellite imagery to study the settlements. Their morphological transformations were examined over decades. The findings reveal how physical adaptations, such as stilt houses and mangrove planting, help mitigate vulnerabilities. Additionally, socio-economic strategies like the multifunctional use of space contribute to reducing risks while preserving cultural heritage. However, unregulated expansion and environmental pressures exacerbate risks, highlighting the need for integrated planning. The findings underscore the dual nature of ‘kampung kota’ as both resilient and vulnerable, offering insights for sustainable urban development. The study’s results contribute to the global discourse on informal urban resilience by highlighting how coastal ‘kampung kota’ can contribute to the world discourse on informal urban resilience through unique spatial adaptations and cultural sustainability