Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Fasilitas Sosial Masyarakat Sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan Ekstrem Di Kampung Rancapeteuy Kabupaten Tangerang Nursyabila Arsyandy, Adella; Haulani Gunawan Putri, Astridiya; Fausta, Jesslyn; Nanditha Ridwan, Michelle; Adhi Buwono, Hanugrah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i2.4063

Abstract

ABSTRAKKampung Rancapeteuy, sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang tinggi, menghadapi tantangan signifikan dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini mengusulkan perancangan fasilitas sosial sebagai strategi untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di komunitas tersebut berdasarkan kepada kebutuhan masyarakat Kampung Rancapeteuy. Fokus dari penelitian ini adalah merancang fasilitas yang dapat memberikan dampak positif pada kesejahteraan sosial dan ekonomi penduduk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei lapangan, wawancara dengan masyarakat setempat, dan analisis kebutuhan yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Rancapeteuy sangat membutuhkan fasilitas yang dapat mendukung untuk meningkatkan potensial sumber daya alam di desa Rancapeteuy menjadi sumber ekonomi serta menjadi ruang untuk berinteraksi dan berkolaborasi bagi masyarakat Rancapeteuy. Dengan adanya fasilitas sosial diharapkan ruang serbaguna akan mendorong partisipasi komunitas dalamkegiatan sosial dan ekonomi. Sehingga masyarakat Kampung Rancapeteuy mampu meningkatkan kualitas hidup mereka, mengurangi angka kemiskinan ekstrem, dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan produktif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat Racapeteuy. Perancangan fasilitas ini melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan untuk memastikan bahwa fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan merancang dan mengimplementasikan fasilitas sosial yang komprehensif dan relevan. Kemiskinan ekstrem di Kampung Rancapetuey dapat diatasi secara efektif dan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas. ABSTRACTRancapeteuy Village, as an area with a high level of extreme poverty, faces significantchallenges in terms of improving community welfare. This study proposes the design ofsocial facilities as a strategy to overcome extreme poverty in the community based on theneeds of the Rancapeteuy Village community. The focus of this study is to design facilitiesthat can have a positive impact on the social and economic welfare of the population. The methods used in this study include field surveys, interviews with local communities, andin-depth needs analysis. The results of the study indicate that the Rancapeteuy communityis in great need of facilities that can support the potential of natural resources in Rancapeteuy Village to become an economic source and a space for interaction and collaboration for the Rancapeteuy community. With the existence of social facilities, it is hoped that multipurpose spaces will encourage community participation in social and economic activities. So that the Rancapeteuy Village community is able to improve their quality of life, reduce extreme poverty, and create a more harmonious and productive environment. This study makes an important contribution to the economic and social development of the Racapeteuy community. The design of these facilities involves the community in the planning process to ensure that the facilities built are in accordance with their needs and expectations. This study shows that by designing and implementing comprehensive and relevant social facilities, extreme poverty in Rancapetuey Village can be effectively addressed and can provide sustainable positive impacts for the community.
ANALISIS KESIAPAN TERMINAL INTERMODA BSD SEBAGAI KAWASAN TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT Devid Leonardi; Adhi Buwono, Hanugrah; Ayu Sawitri Dian Mawarni, Ida
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.23586

Abstract

Pertumbuhan aktivitas masyarakat diperkotaan di wilayah Jabodetabek semakin pesat sehingga menuntut pendekatan perancangan kota yang lebih integratif dan berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pendekatan Transit-Oriented Development (TOD), yang mengedepankan pengembangan kawasan berbasis angkutan massal dengan prinsip keterpaduan fungsi ruang, mobilitas, dan kepadatan. Penerapan TOD di Jabodetabek sendiri dapat dilihat dari contoh MRT Lebak Bulus dan Pondok Cina, selain kedua contoh ini terdapat Lokasi yang berpotensi untuk diaplikasikannya TOD salah satunya ialah Terminal Intermoda BSD. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana Terminal Intermoda BSD siap menjadi kawasan TOD, berdasarkan indikator yang terdapat dalam standar TOD 3.0 yang dibuat oleh ITDP. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis evaluatif terhadap delapan prinsip TOD yaitu walk, cycle, connect, transit, mix, densify, compact, dan shift Studi kasus tentang area MRT Lebak Bulus, Stasiun Pondok Cina, dan Paya Lebar Quarter (PLQ) di Singapura digunakan sebagai acuan untuk memahami perbedaan dalam penerapan konsep TOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Terminal Intermoda BSD memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan TOD terutama pada aspek integrasi moda transportasi, namun masih terdapat beberapa aspek yang belum optimal seperti kualitas jalur pedestrian, fasilitas pesepeda, dan integrasi fungsi lahan. Sebab itu, dibutuhkan pembangunan daerah yang lebih terpadu agar bisa mendukung penerapan TOD dengan lebih baik.