Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Public Relations Politik Pemerintahan Prabowo Dalam Program Makan Bergizi Gratis Annisa Nur Dzakiyah; Tommi Andryandy; Fatih Raftsaal H. Kuswanto; Ihsan Syahrevi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2312

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak sekolah. Program ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran, distribusi yang belum merata, hingga efektivitas pemenuhan gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi public relations (PR) pemerintah dalam mendukung dan merespons kritik terhadap program ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis media dan wawancara mendalam, penelitian menemukan bahwa komunikasi pemerintah cenderung bersifat satu arah dan kurang transparan dalam penyampaian informasi. Strategi PR yang digunakan melibatkan penyatuan informasi melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan, penggunaan media sosial sebagai alat propaganda positif, serta manajemen krisis dalam menangani kritik publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi program masih perlu ditingkatkan, terutama dalam transparansi anggaran, keterlibatan multi-stakeholder, serta komunikasi yang lebih partisipatif dengan masyarakat dan media
Image Restoration Erick Thohir dalam Krisis Sepak Bola Nasional: (Studi Analisis Komentar Publik pada Instagram Resmi @erickthohir) Fatih Raftsaal H. Kuswanto; Mega Yustari Pane
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2861

Abstract

Krisis sepak bola nasional, dipicu oleh keputusan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir terkait pergantian pelatih, telah menimbulkan reaksi publik masif di media sosial dan berdampak pada reputasi organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemulihan citra (image restoration) yang dilakukan Erick Thohir melalui akun Instagram resminya @erickthohir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi komentar publik. Data utama adalah 60 komentar dengan likes tertinggi (Top Comments) pada tiga unggahan Instagram @erickthohir yang merepresentasikan tiga fase krisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran sentimen publik signifikan. Fase pertama (pemberhentian Shin Tae Yong) didominasi sentimen campuran. Sentimen ini berubah menjadi negatif, kemarahan, dan sinisme pada fase kedua (kegagalan lolos Piala Dunia). Pada fase ketiga (pemecatan Patrick Kluivert), respons publik lebih positif, mengapresiasi langkah Erick Thohir yang menerapkan strategi corrective action dan mortification. Tindakan corrective action dan mortification yang diambil Erick Thohir terbukti efektif dalam mengelola persepsi dan memulai pemulihan kepercayaan publik di ruang digital pasca krisis.
Analisis Gerakan #SaveRajaAmpat dalam Konsep Politicized Collective Identity Fatih Raftsaal H. Kuswanto; Tommy Andryandy
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4019

Abstract

ABSTRACT The acceleration of natural resource exploitation within national and global development agendas has increasingly generated environmental conflicts that extend beyond ecological concerns to encompass social and political dimensions. One prominent case is the opposition to nickel mining activities in Raja Ampat Regency, Southwest Papua, which has been articulated through the #Save Raja Ampat campaign. This study aims to analyze how the campaign operates as an environmental political message and how collective identity is politicized in the process of resistance against extractive state policies. Employing a qualitative approach, this research utilizes literature review and political message analysis. The main analytical framework is the concept of politicized collective identity proposed by Simon and Klandermans, which emphasizes three stages of identity politicization: collective grievance awareness, adversarial attribution, and the involvement of broader publics through triangulation. The findings indicate that the #Save Raja Ampat campaign not only represents opposition to nickel mining but also frames environmental conflict as an issue of ecological justice, indigenous rights, and unequal power relations between the state, corporations, and local communities. Campaign messages function to build collective awareness, symbolically identify opposing actors, and mobilize broader public support through arenas of political communication. This study concludes that environmental messages play a strategic role in mediating extractivist conflicts and transforming local issues into publicly contested political debates. Theoretically, this research contributes to the field of environmental political communication by highlighting the central role of collective identity in the analysis of environmental movement messaging. Keywords: Environmental political communication, political messaging, politicized collective identity, environmental movement, Raja Ampat. ABSTRAK Kata Kunci: komunikasi politik lingkungan, pesan politik, identitas kolektif terpolitisasi, gerakan lingkungan, Raja Ampat.