Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Intan, Nursikah; Wijaya, Suzatmiko; Satriyadi, Satriyadi; Siahaan, Amiruddin; Nasution, Inom
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.3761

Abstract

Penelitian ini disusun guna melihat implementasi manajemen pendidikan dalam penerapan merdeka belajar kampus merdeka serta bagaimana tantangan implementasi kurikulum tersebut pada fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan UIN Sumatera Utara. Masa kini perubahan berlangsung begitu cepat  mengikuti arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Oleh sebab itu pendidikan mempunyai peran yang sangat penting guna menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai berbagai macam keterampilan guna bisa menghadapi tuntutan hidup yang selalu dinamis. Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka hadir guna menjawab serta meningkatkan kompetensi lulusan dari perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi Islam khususnya di FITK UINSU berupa soft skill maupun hard skill agar bisa menyesuaikan kebutuhan zaman. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan, yakni dengan penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dokumentasi. Implementasi Manajemen Kurikulum MBKM meliputi empat kebijakan utama yaitu: kemudahan pembukaan program studi baru, perubahan sistem akreditasi perguruan tinggi, kemudahan perguruan tinggi menjadi badan hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi.Kegiatan pembelajaran di luar program studi dan diluar perguruan tinggi meliputi magang, proyek di desa, mengajar di sekolah atau madrasah, pertukaran pelajar, penelitian, kewirausahaan, proyek independen, dan proyek kemanusiaan. Secara garis besar pengembangan kurikulum terdapat tiga tahapan, yakni tahap perancangan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.Kata Kunci : Manajemen Kurikulum, Merdeka Belajar Kampus Merdeka, FITK UINSU
Development and Training of Islamic Religious Education Supervisors in the Implementation of the Independent Curriculum Intan, Nursikah; Mesiono, Mesiono; Khadijah, Khadijah
Journal La Edusci Vol. 7 No. 1 (2026): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v7i1.2821

Abstract

This study aims to analyze the mechanism of competency development and the supervision patterns of Islamic Education supervisors (PAI) in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in Simalungun Regency. Using a qualitative approach with a multi-site study design, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving PAI supervisors, teachers, principals, and related parties from three non-driving public elementary schools. The results of the study indicate that the role of PAI supervisors has contributed to improving teachers' understanding of learning tools, assessment, and the strengthening of religious character, although the communication pattern applied is still predominantly top-down and not yet fully participatory. The main challenges encountered include the limited technological competence of teachers, infrequent supervision due to the wide coverage of mentees, and uneven support in terms of facilities and institutional resources. This study emphasizes the need to develop a coaching and mentoring-based guidance model and to optimize inter-institutional collaboration through the use of information technology as an effort to strengthen supervisors' capacity as agents of change. These findings have implications for formulating a more adaptive, sustainable, and contextual supervisory guidance strategy for PAI supervisors in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in non-pioneer regions.