Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALOKASI BIAYA PENDIDIKAN KARTU INDONESIA PINTAR KULIAH DALAM UPAYA MEMBANTU MAHASISWA KURANG MAMPU (Studi Di Kecamatan Basala Kabupaten Konawe Selatan) Septiyana, Umrah; Ratna Supiyah; Tawulo, Megawati A
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i2.42

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Alokasi Biaya Pendidikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah Dalam Upaya Membantu Mahasiswa Kurang Mampu di Kecamatan Basala Kabupaten Konawe Selatan serta Faktor-faktor Penghambat dan Pendukung Alokasi Biaya Pendidikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskripsi kualitatif metode purposive sampling yang digunakan untuk memilih informan. Sehingga informan penelitian berjumlah 10 orang. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan dua tahap, yaitu pada tahap pertama pengumpulan data oleh sebab itu analisis data di lakukan di lapangan, sedangkan pada tahap kedua dilakukan ketika penulisan laporan di lakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah memiliki peran strategis dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu di Kecamatan Basala, Kabupaten Konawe Selatan. Alokasi biaya pendidikan yang mencakup uang kuliah dan biaya hidup telah membantu mahasiswa untuk lebih fokus dalam studi tanpa terbebani masalah ekonomi. Program ini juga meningkatkan motivasi belajar dan pemerataan akses pendidikan. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan kuota penerima, ketidaktepatan sasaran, serta keterlambatan pencairan dana. Faktor pendukung utama program ini adalah semangat belajar mahasiswa dan dukungan keluarga, tetapi kendala administratif perlu segera diatasi agar manfaat program lebih optimal. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam sistem seleksi dan pencairan dana agar Kartu Indonesia Pintar Kuliah dapat terus berkontribusi dalam menciptakan generasi berpendidikan tinggi dan berdaya saing di masa depan.
MEDIA, PEREMPUAN, DAN REPRODUKSI KEKUASAAN PATRIARKAL: REPRESENTASI DISKRIMINASI GENDER DALAM DRAMA KOREA KONTEMPORER Kasim, Syaifudin Suhri; Tawulo, Megawati A; Jabar, Aryuni Salpiana; Azizah, Lutfiana Nur; Rosdiana, Rosdiana; Harnia, Sitti
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2054

Abstract

Artikel ini menganalisis representasi perempuan dalam drama Korea kontemporer serta reproduksi kekuasaan patriarkal melalui narasi, karakterisasi, dan relasi romantik-domestik. Berbasis perspektif feminis kritis dan teori representasi media, penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis terhadap drama populer periode 2018–2025, serta didukung wawancara dan FGD dengan 10 mahasiswa penggemar drama Korea.Temuan menunjukkan bahwa meskipun perempuan digambarkan kuat, mandiri, dan berpendidikan, alur cerita tetap menempatkan mereka dalam ketergantungan emosional dan legitimasi maskulinitas. Representasi “perempuan kuat” dinegosiasikan melalui romantisasi ketergantungan, pengorbanan domestik, dan penguatan figur laki-laki sebagai penyelamat. Praktik simbolik seperti standar kecantikan, representasi tubuh, dan pembagian kerja domestik memperlihatkan bagaimana patriarki bekerja secara halus dan terinternalisasi.Diskriminasi gender tidak selalu hadir secara eksplisit, melainkan melalui normalisasi dan glamorisasi ketimpangan. Namun, terdapat pula momen resistensi ketika karakter perempuan menantang norma tradisional dan membuka ruang agensi. Studi ini menegaskan bahwa drama Korea merupakan arena ambivalen yang sekaligus mereproduksi dan meretakkan struktur patriarki, serta penting dalam memahami dinamika politik gender dalam budaya populer global.