Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ARAH PENGEMBANGAN OBJEK PARIWISATA GEOPARK CILETUH DI KECAMATAN CIEMAS KABUPATEN SUKABUMI Savitri, Reny; Herdiana , Asep
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.2 | Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang terletak di selatan Kabupaten Sukabumi merupakan tempat wisata yang memiliki konsep konservasi dan perlindungan alam yang melibatkan elemen masyarakat yang ada di sekitar tempat wisata. Bermula ditetapkan sebagai Geopark Nasional melalui Surat Keputusan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO pada tanggal 21 Juni 2016 dan baru di sahkan dalam sidang Executive Board Unesco ke 204 oleh Komisi Programme and External Relations pada Kamis tanggal 12 April 2018 di Paris, Perancis. Dengan demikian Geopark Ciletuh-Palabuhanratu secara resmi merupakan bagian dari UNESCO Geopark Global (UGG) sejajar dengan Geopark yang lain yang ada di Dunia. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu mencakup 8 (delapan) kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi, yaitu Kecamatan Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan, Ciemas, Waluran, Ciracap, dan Surade, dengan luas wilayah 126 ribu ha atau 30,3% dari luas wilayah Kabupaten Sukabumi. Namun dalam hal ini, penulis membatasi lokasi studi hanya di lingkup Kecamatan Ciemas saja dengan alasan Kecamatan Ciemas ini paling lengkap keanekaragaman Objek Pariwisatanya dari Mulai keanekaragaman hayati, keanekaragaman flora dan fauna, bentang alam seperti Curug / air terjun, Pulau-pulau Kecil, pantai, batuan unik Purba serta budaya masyarakat setempat yang masih memegang teguh adat istiadat. Arah Pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu tidak hanya ditujukan untuk memberikan perlindungan terhadap keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya, tetapi juga bertujuan meningkatkan perekonomian dan tarap hidup masyarakat yang ada disekitar Geopak Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, serta meningkatkan pengetahuan wisatawan dan masyarakat terhadap kekayaan alam dan keunikan budaya yang dimiliki. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu harus direncanakan secara komprehensif, terpadu, terencana dan berjangka panjang. Sehingga objek Pariwisata Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ini menjadi Destinasi Pariwisata Unggulan Nasioanal Kabupaten Sukabumi yang mampu bersaing di kancah Dunia.
KAJIAN PREFERENSI PEMILIHAN MODA PENGUMPAN KOMUTER KRL STASIUN BEKASI, KOTA BEKASI Savitri, Reny; Lasita, Herti
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Plano Krisna
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/planokrisna.v20i1.822

Abstract

Several intercity feeder modes are available. However, factors that can explain the commuters' choices is still unknown. Therefore, this study examines factors related to their preferences in choosing intercity feeders. It focuses on data from passengers of electric rail cars (or Kereta Rel Listrik – KRL in Indonesia) who had to choose between public transport and an online motorcycle taxi when traveling to Bekasi Station in Bekasi City. The research covers five factors associated with their selection preferences:, public transport safety, public transport comfort, public transport regularity and public transport travel costs.The data analysis uses descriptive statistics, hypothesis testing and overlay. The results show that commuters' preference are highly influenced by public transport regularity, public transport travel costs, and online motorcycle taxi travel costs, whereas the travel cost factor of online motorcycle taxis being the largest. The research findings can provide input for the Bekasi City Spatial Plan.