Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN TELUK NAGA KABUPATEN TANGERANG DITINJAU DARI ASPEK EKONOMI Begawat Sari, Fauziyah; Komarudin
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No.1 | Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap wilayah pada umumnya mempunyai potensi ekonomi yang beraneka ragam untuk dikembangkan guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan maupun pelaksanaan pembangunan daerah yang pada akhimya dapat mempengaruhi perkembangan suatu kota. Salah satu indikatomya adalah peningkatan pendapatan per kapita masyarakat, sedangkan untuk melihat pendapatan wilayah digambarkan dengan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu wilayah. Begitupun dengan Kawasan Teluk naga yang dapat mendorong pengembangan ekonomi secara lebih lanjut sehingga akan tercapai arahan pengembangan Kawasan Teluk Naga Kabupaten Tangerang khususnya pada sektor ekonomi secara optimal. Sasaranya ingin dicapai dalam studi ini adalah : Mengidentifikasi sektor unggulan yang dimiliki oleh suatu kawasan berdasarkan kajian teori yang ada,yaitu dengan menggunakan teknik perhitungan Location Quotient Model, teknik perhitungan Shift and share Analysis dan Sistem Informasi Geografis,serta mengkaji potensi dan kendala yang dimiliki oleh Kawasan Teluk Naga Kabupaten Tangerang dengan menggunakan analisis SWOT berdasarkan analisis kebijakan yang ada, analisis kondisi eksisting dan analisis sektor ekonomi unggulan, sehingga dapat disusun suatu strategi pengembangan sektor ekonomi unggulan yang mampu mendorong pengembangan Kawasan Teluk Naga Kabupaten Tangerang.
RESTORASI EKOSISTEM GAMBUT DI PROVINSI PAPUA Begawat Sari, Fauziyah
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.13 No.2 | Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerugian akibat kebakaran dan asap berdampak sangat luas terhadap kehidupan masyarakat, ekonomi Indonesia, dan bahkan lingkungan global. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menaksir kerugian finansial akibat bencana kebakaran lahan dan asap pada periode Juni-Oktober 2015 mencapai Rp. 221 Triliun. Angka ini lebih besar dibandingkan dengan kejadian serupa pada tahun 1997 di mana peristiwa kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 60 triliun. Dari 2,61 juta hektare lahan yang terbakar, terdapat 33 persen yang menimpa lahan gambut atau seluas 869.754 hektar. Sementara kebakaran di tanah mineral seluas 1.741.657 hektare atau 67 persennya (Republika, 2015). Untuk menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun 2015, pemerintah melakukan percepatan pemulihan kawasan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut akibat kebakaran hutan dan lahan secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh dengan membentuk Badan Restorasi Gambut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016. Untuk mengurangi risiko bencana terhadap gambut , dibutuhkan upaya penanganan gambut di Provinsi Papua untuk mewujudkan ruang yang aman dan berkelanjutan pada wilayah tersebut, yang mencakup arahan zonasi jangka panjang dan kelembagaan penanganan gambut.
PERENCANAAN SENTRA KELAUTAN DAN PERIKANAN TERPADU (SKPT) KABUPATEN ROTE NDAO Begawat Sari, Fauziyah
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.1 | Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kelautan dan Perikanan Terintegrasi adalah konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem manajemen kawasan dengan prinsip : integrasi, efisiensi, kualitas dan akselerasi tinggi. Tujuan Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) adalah : meningkatkan produksi, produktivitas, dan kualitas produk kelautan dan perikanan; meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya, pengolah ikan dan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil; serta mengembangkan kawasan ekonomi kelautan dan perikanan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di daerah dan sentra-sentra produksi sebagai penggerak ekonomi rakyat. Untuk itu Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan berupaya untuk segera merealisasikan rencana tersebut. Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan menyusun masterplan dan bisnispalan SKPT Pulau-pulau kecil memiliki potensi sebagai penyedia sumber daya alam yang produktif untuk dapat dikembangkan mislanya terumbu karang, padang lamun, (sea grass), hutan mangrove, perikanan, dan kawasan konservasi serta menjadi factor penting dalam menggerakkan pariwisata bahari. Dan pulau-pulau terluar merupakan sumber kekayaan sekaligus garda depan ketahanan dan keamanan Negara.nBegitupun dengan Kabupaten Rote Ndao , merupakan daerah perbatasan memiliki nilai strategis bagi suatu Negara dalam mendukung keberhasilan pembangunan, karena kawasan perbatasan merupakan representative nilai kedaulatan suatu Negara, bermula dari kawasan perbatasan akan mendorong perkembangan akan mendorong perkembangan ekonomi, sosial budaya dan kegiatan masyarakat lainnya yang akan saling mempengaruhi antara Negara, sehingga berdampak pada strategi keamanan dan pertahanan Negara. Kawasan perbatasan suatu Negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah Negara. Secara garis besar terdapat tiga isu utama dalam pengelolaan kawasan perbatasan antar Negara, yaitu: (a) penetapan garis batas baik di darat maupun laut; (b) pengamanan kawasan perbatasan; dan (c) pengembangan kawasan perbatasan,
ANALISIS KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA UNTUK PENGEMBANGAN BANDARA JENDERAL BESAR SOEDIRMAN DI KABUPATEN PURBALINGGA Begawat Sari, Fauziyah; Uswah Hasan, M
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.2 | Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kabupaten Purbalingga pada saat ini terus berupaya untuk mengembangkan setiap potensi yang ada di Karena Target yang diinginkan pemerintah yaitu 200.000 – 300.0000 penumpang pertahun pada Bandara JB Soedirman maaka pada tahun 2019 proyeksi penumpang yang terjadi sejumlah 26.784 jiwa dan pada tahun 2039 sebesar 157.720 jiwa. Jadi untuk 20 tahun masih memenuhi kebutuhan penumpang. Luasan minimal yang dibutuhkan adalah 882,30 m2 dimana didalamnya terdapat berbagai macam fasilitas seperti contohnya hall kedatangan, keberangkatan, ruang check in, imigrasi, ruang sekuriti, kerb, mushala, dan toilet. Pada saat ini rencana Terminal direncanakan memiliki luas sebesar 3.000 m2 akan membutuhkan minimal sebesar 882,30 m2 dan fasilitas penunjang lainnya sebesar 9,29 m2 pada tahun 2039. Luas parkir yang akan membutuhkan luas area sebesar 999,375 m2. Luas lahan untuk sisi darat cukup untuk menapung perkembangan penumpang jika ditinjau dari kapasitas perencanaan bandar udara.