Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Persepsi Guru dan Siswa Terhadap Pembelajaran IPA Berpendekatan Stem-R Berbantuan Sholawat Sains Yuniar Fahmi Lathif; Sudarmin Sudarmin; Hartono Hartono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru dan siswa terhadap pembelajaran IPA dengan pendekatan STEM-R (Science, Technology, Engineering, Mathematics dan Religion) berbantuan sholawat sains pada materi pencemaran lingkungan SMP kelas sepuluh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed method diawali penelitian kualitatif untuk mendapatkan data persepsi guru dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif berupa hasil angket persepsi siswa terhadap pembelajaran IPA dengan pendekatan STEM-R berbantuan sholawat sains. Instrumen penelitian yang digunakan berupa wawancara untuk mengetahui persepsi guru dan menggunakan angket untuk mengetahui persepsi siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memberikan respon positif terhadap pembelajaran STEM-R berbantuan sholawat sains dan persepsi siswa berada pada kategori cukup pada siswa SMP tidak berbasis agama dan kategori baik pada siswa SMP berbasis agama (Madrasah).
Teacher’s Perceptions of Islamic Science Learning Using a Scientific Approach Assisted by “Selawat Science” Yuniar Fahmi Lathif; Sarwi Sarwi; Putut Marwoto; Endang Susilaningsih
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the teacher's perception of learning science with a scientific approach assisted by "selawat science" in learning the solar system for first grade junior high school students. The research subjects consisted of 15 junior high school teachers in Kudus Regency. Quantitative survey method was used to obtain teacher perception data. The results of the study indicate that the scientific approach assisted by scientific research is in accordance with the characteristics of Islamic boarding schools students, develops students' multiple skills, increases learning motivation so that students are more active during the learning process and adds insight to teachers in integrating science and religion. Obstacles felt by teachers include inadequate science laboratory facilities and some teachers have difficulty integrating science and selawat because they do not have a pesantren education background.
Science learning STEM-R approach: A study of students' reflective and critical thinking Sarwi, Sarwi; Marwoto, Putut; Susilaningsih, Endang; Lathif, Yuniar Fahmi; Winarto, Winarto
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 2: May 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i2.21080

Abstract

This study aimed to i) analyse learning problems in science at boarding schools for junior high school students and ii) determine the effectiveness of science learning in the context of Islamic teachings using the science, technology, engineering, and mathematics, -religion (STEM-R) approach to improve reflective and critical thinking skills. The research method applied in this study was a sequential exploratory mixed method. The research design consisted of five stages: i) qualitative data gathering, ii) qualitative data analysis, iii) quantitative data gathering, iv) quantitative data analysis, and v) data interpretation. The subjects of this study were 192 students from boarding schools and were divided into 6 groups. The research results obtained were the school, parents, science teachers and religion teachers’ vision and mission causing students to like or dislike science. An excellent teacher is viewed by students as someone who can make learning enjoyable, exhibit creativity in presenting educational material, possess the ability to motivate, link science and religion, engage in investigative activities, infuse humour, establish connections between science and everyday life, and communicate concepts effectively. Moreover, distinctions in reflective thinking and critical thinking abilities were observed between the experimental group and the control group. Learning that connects science and Islamic religion and examines STEM-R aspects is able to develop students' thinking skills.
Peningkatan Modernisasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB) Indonesia Melalui Sensor Cerdas dan Kecerdasan Buatan (AI) Bertha Herdiana Mahardita; Chilya Kamila; Latifah Nurunnisak; Rizka Nurul Hidayati; Shafa Nur Faizah'; Yuniar Fahmi Lathif
SAINSTEK Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i2.404

Abstract

Indonesia memiliki kapasitas energi angin yang sangat besar, dengan perkiraan potensi teknis mencapai 154,6 GW, terutama di daerah timur Indonesia, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan pantai selatan Jawa. Meskipun demikian, penggunaan energi angin masih tergolong rendah, dengan kapasitas terpasang PLTB pada tahun 2024 hanya mencapai sekitar 152–154 MW atau kurang dari 1% dari potensi total yang ada. Sementara itu, kebutuhan energi nasional terus bertambah, seperti yang tercermin dalam konsumsi listrik tahun 2024 yang mencapai 306.219 GWh. Situasi ini menekankan pentingnya sumber energi yang berkelanjutan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi dalam jangka panjang. Penelitian ini mengaplikasikan metode studi pustaka untuk menganalisis potensi angin, kebutuhan energi nasional, dan inovasi teknologi dalam pengembangan PLTB. Salah satu inovasi yang dibahas adalah penggunaan sensor jarak jauh seperti LiDAR dan SoDAR untuk pemetaan angin secara langsung, yang selanjutnya diintegrasikan dengan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi pola angin, mengoptimalkan bilah turbin, serta meningkatkan efisiensi produksi energi. Keberhasilan China dalam menerapkan teknologi AI untuk pengembangan turbin angin memperlihatkan bahwa pemantauan digital dan optimasi otomatis dapat meningkatkan produksi energi sekaligus mengurangi biaya operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi yang menggunakan sensor jarak jauh dan AI memiliki peluang besar untuk diimplementasikan di Indonesia dalam rangka meningkatkan kapasitas PLTB, mengoptimalkan potensi angin nasional, serta memperkuat ketahanan energi menuju peralihan energi yang berkelanjutan.
Rasch model–based development of an environmental literacy instrument Saputra, Moch Dwi Irsyad; Susilaningsih, Endang; Rusilowati, Ani; Lathif, Yuniar Fahmi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.24953

Abstract

This study aims to develop and psychometrically validate an innovative environmental literacy instrument by integrating contextualized behavioral indicators using the Rasch model, offering a novel approach compared to existing instrument.  The instrument consisted of 20 items on a five-point Likert scale and was administered to 124 junior secondary school students. Data were analyzed using Winsteps 3.73, focusing on reliability, separation indices, item fit, unidimensionality, and item difficulty. Person analysis showed a reliability of 0.94 with a separation index ranging from 3.87 to 4.03, indicating the instrument can distinguish respondents into approximately four behavioral levels. Item analysis produced an item reliability of 0.98 with separation indices between 7.13 and 7.20, reflecting a stable hierarchy of item difficulty. All items fit the Rasch Model, with Infit Mean Square values between 0.81 and 1.12 and Outfit Mean Square values from 0.81 to 1.16. Positive PT-Measure Correlations ranging from 0.49 to 0.78 confirmed alignment with the measured construct. Unidimensionality analysis revealed that 60.8% of variance was explained by the model, while the first contrast accounted for 2.0 eigenvalues (4.0%), supporting a single dominant construct. Item difficulty estimates ranged from –1.58 to 1.53 logits (SD = 0.87). Overall, the findings confirm that the instrument is valid, reliable and suitable for assessing students’ environmental literacy behavior in educational research and evaluation contexts, with potential applications in curriculum evaluation and environmental education program assessment.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi secara psikometrik instrumen literasi lingkungan yang inovatif dengan mengintegrasikan indikator perilaku terkkontekstualisasi menggunakan model Rasch, sehingga menawarkan pendekatan baru dibandingkan instrumen yang telah ada. Instrumen terdiri atas 20 butir dengan skala Likert lima tingkat dan diujikan kepada 124 siswa sekolah menengah pertama. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak Winsteps 3.73 dengan fokus pada reliabilitas, indeks separasi,  unidimensionalitas konstruk dan tingkat kesulitan butir instrumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis kemampuan responden menunjukkan reliabilitas person sebesar 0,94 dengan indeks separasi 3,87–4,03, yang menandakan kemampuan instrumen dalam membedakan responden ke dalam sekitar empat tingkat perilaku literasi lingkungan. Pada sisi kualitas butir, diperoleh reliabilitas item sebesar 0,98 dengan indeks separasi 7,13–7,20, yang menunjukkan stabilitas hierarki tingkat kesulitan butir. Seluruh butir instrumen dinyatakan fit terhadap Model Rasch dengan nilai Infit Mean Square berkisar antara 0,81–1,12 dan Outfit Mean Square antara 0,81–1,16, serta korelasi butir–konstruk (PT-Measure Correlation) yang positif (0,49–0,78). Uji unidimensionalitas melalui analisis residual terstandar menunjukkan varians yang dijelaskan oleh model sebesar 60,8%, dengan unexplained variance pada kontras pertama sebesar 2,0 eigenvalue (4,0%), yang mengindikasikan bahwa instrumen mengukur satu konstruk utama. Nilai kesulitan item tersebar dari –1,58 hingga 1,53 logit (SD = 0,87), dengan distribusi 4 butir sangat mudah, 7 butir mudah, 5 butir sulit, dan 4 butir sangat sulit. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Model Rasch memberikan informasi diagnostik yang komprehensif dan akurat terhadap kualitas instrumen, sehingga instrumen dinyatakan layak dan andal untuk mengukur perilaku literasi lingkungan peserta didik dalam konteks penelitian dan evaluasi pembelajaran, serta dimanfaatkan untuk evaluasi kurikulum dan penilaian program pendidikan lingkungan.
Conceptual Model of Computer Utilization in 21st Century Science Learning: Grounded Theory-Informed Literature Review Lathif, Yuniar Fahmi; Prasetya, Muhammad Gibran Alif; Yasin, Ahmad Alfian Risydan
International Journal Education and Computer Studies (IJECS) Vol. 6 No. 1 (2026): MARCH
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijecs.v6i1.6410

Abstract

The use of computers in science education continues to be dominated by technocentric approaches that treat technology as an end in itself rather than a means of learning. This research aims to deconstruct prevailing research trends and construct a new conceptual model explaining how computers can be used effectively in 21st-century science learning. Using a Systematic Literature Review (SLR) design with the PRISMA 2020 protocol, this study selects and analyzes high-quality articles from reputable databases. Data analysis followed a Grounded Theory-Informed approach to extract recurring patterns and build theoretical propositions inductively. Three fundamental dimensions emerged to form the new conceptual model: (1) Teacher Agency and Ecosystem Readiness as determinant input variables that precede hardware availability; (2) Hybrid Pedagogy and Distributed Scaffolding as the core process mechanism that bridges physical and digital learning experiences; and (3) Methodological Adaptability as a moderator variable that adjusts instructional strategies to the complexity level of the subject matter. This study concludes that technology effectiveness is not deterministic — it depends on an adaptive pedagogical ecosystem built around teacher capacity and contextual design. These findings carry strategic implications for curriculum developers and policymakers: prioritize discipline-specific teacher professional development, and design learning environments that pair virtual simulations with real-world experiments.