Panji Wahyu Nur Pratama
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA ALAT PERAGA JANGKA SORONG DAN METODE PEMBELAJARAN GAMES TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TPM 2 SMKN 1 SINGOSARI Alfiana Nur Hidayati; Dwi Wahyu Rizqillah; Panji Wahyu Nur Pratama; Aris Ansori; Siti Faizah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02` (2025): Volume 10 No. 2 Juni 2024 In Built
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.14267

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara media pembelajaran berupa alat peraga jangka sorong dan metode pembelajaran games terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas X TPM 2 SMKN 1 Singosari. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Jenis penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Singosari jurusan Teknik Pemesinan kelas X yang berjumlah 35 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berupa alat peraga jangka sorong dan metode pembelajaran games pada pembelajaran dasar-dasar teknik mesin materi pengukuran dinyatakan berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar dan keberhasilan belajar peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1 dan siklus 2 menghasilkan peningkatan pada nilai minimal peserta didik, nilai peserta didik dengan predikat baik dan sangat baik, dan rata-rata nilai kelas jika dibandingkan dengan tahap pra siklus. Dari pembelajaran siklus 1 menunjukkan peningkatan dan kemajuan yang cukup baik namun masih ada siswa yang mendapat nilai dibawah 70 sehingga perlu untuk dilakukan siklus selanjutnya. Dari pembelajaran siklus 2 diperoleh hasil belajar dengan semua indikator keberhasilan tercapai sehingga dapat dikatakan cukup dalam pelaksanaan tindakan kelas.