Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kurikulum 2013 dan Kurikulum Cinta Kemenag: Strategi Integratif dalam Pendidikan Karakter dan Spiritual: Strategi Integratif dalam Pendidikan Karakter dan Spiritual Syaripudin, Ahmad; Sukiman; Hasna, Raudhatul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24768

Abstract

This study aims to analyze the potential integration of the Love Curriculum in Islamic primary education at Madrasah Ibtidaiyah, particularly in efforts to shape students with noble character, spirituality, and environmental awareness. The background of this research relates to the challenges of globalization that influence the character and spirituality of students in Indonesia, as well as the importance of strengthening the affective and spiritual dimensions in education. Although the 2013 Curriculum has accommodated character education, the implementation of noble values is often overshadowed by a focus on academic achievement. This research uses a mixed methods approach, combining qualitative and quantitative methods to gain an in-depth understanding of teachers' readiness, understanding, and enthusiasm regarding the implementation of the Love Curriculum. The findings show that 92% of teachers agree on the importance of a love-based curriculum, although only 41% fully understand the concept. Although the Love Curriculum has not been officially implemented, values such as love for God, others, the environment, and the homeland have begun to be implicitly taught in learning. However, significant challenges remain, including the lack of official modules and training for educators, which limits the integration of these values. This study concludes that the Love Curriculum has the potential to become a transformative curriculum innovation, provided there is sufficient structural, pedagogical, and regulatory support. It is hoped that Madrasah Ibtidaiyah can become a pioneer in the implementation of this curriculum as a step toward holistic, character-based, and ecologically aware education.
Vlog sebagai Sarana Asesmen Formatif dalam Pembelajaran di Kelas IV Sekolah Dasar Huda, Noor Auliya; Saleh, Saleh; Hasna, Raudhatul; Syaripudin, Ahmad
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i4.1514

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan vlog sebagai media asesmen formatif pada pembelajaran P5 dan IPA di kelas IV Sekolah Dasar. Urgensi penelitian ini didasari oleh tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut peralihan dari asesmen tradisional menuju asesmen autentik yang berpusat pada siswa, namun di lapangan guru masih sering terjebak pada metode penilaian konvensional yang kurang mampu memotret perkembangan karakter dan keterampilan abad ke-21 secara komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan guru dan observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai instrumen asesmen formatif di sekolah dasar, penggunaan vlog efektif dalam memantau perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan (on-going assessment). Vlog memungkinkan guru memberikan umpan balik yang lebih personal dan mendalam terhadap pemahaman konsep, kreativitas, serta keterampilan berpikir kritis siswa yang sulit terukur melalui tes tertulis. Selain itu, vlog mendorong internalisasi profil pelajar Pancasila melalui penilaian aspek sosial-emosional seperti tanggung jawab dan kerja sama selama proses pembuatan karya. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan sarana teknologi dan kompetensi digital guru dalam mengelola umpan balik berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa vlog merupakan solusi asesmen formatif inovatif yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Rekomendasi yang diajukan meliputi pelatihan khusus bagi guru mengenai teknik penilaian berbasis video (rubrik vlog) serta peningkatan dukungan fasilitas teknologi sekolah.